Logo
Raket

Hu Zhe An Melaju ke Final Pertama di Macau Open 2026

Eogene Ewe dari Malaysia harus mengakhiri perjalanan impresifnya di Macau Open 2026 setelah kalah dari Hu Zhe An di semifinal tunggal putra. Meskipun gagal mencapai final, pencapaian Eogene tetap menj...

A
Anggun Ratnasari
22 June 2026 19 pembaca
Hu Zhe An/[Foto:AFP]
Hu Zhe An/[Foto:AFP]

Eogene Ewe, pemain bulu tangkis asal Malaysia, harus menghentikan langkahnya yang mengesankan di Macau Open 2026 setelah mengalami kekalahan di semifinal tunggal putra. Pada pertandingan yang berlangsung pada hari Sabtu, Eogene, yang menduduki peringkat 80 dunia, kalah dari Hu Zhe An dari Tiongkok dengan skor 15-21 dan 18-21. Eogene merupakan satu-satunya wakil tunggal putra Malaysia yang tersisa di turnamen BWF World Tour Super 300 ini. Kekalahan tersebut juga menandai bahwa Eogene telah kalah dalam semua tiga pertemuan sebelumnya melawan Hu. Namun, pencapaian mencapai semifinal di Macau menjadi hasil terbaik yang pernah diraihnya di level Super 300 sepanjang kariernya.

Pemain berusia 21 tahun ini menunjukkan performa yang baik sepanjang turnamen, dimulai dengan mengalahkan mantan pemain tim nasional Malaysia, Cheam June Wei, di babak kedua, dan kemudian mengejutkan unggulan kedua dari Singapura, Jason Teh Jia Heng, di perempat final. Meskipun tidak berhasil melangkah ke final Super 300 pertamanya, penampilan Eogene di Macau mendapatkan banyak pujian dari penggemar bulu tangkis di Malaysia. Pergerakannya yang semakin tajam, peningkatan kepercayaan diri, serta kemauannya untuk menyerang menunjukkan bahwa ia sedang berkembang menjadi penantang yang lebih kuat di BWF World Tour.

Hu Zhe An Menguasai Game Pertama

Hu Zhe An memulai pertandingan dengan sangat baik, menunjukkan kontrol permainan yang lebih baik. Ia menggunakan strategi reli yang sabar dan permainan depan lapangan yang tajam untuk menciptakan peluang menyerang. Setelah kedudukan imbang 2-2, Hu berhasil mencetak beberapa poin berturut-turut dan unggul 7-3. Meskipun kedua pemain melakukan beberapa kesalahan, Eogene tampak lebih terburu-buru, sementara Hu terus memperlebar jarak skor. Pada kedudukan 17-9, Hu tampak menguasai permainan sepenuhnya. Eogene berusaha meningkatkan tempo dan menjadi lebih agresif di akhir set, namun selisih poin sudah terlalu jauh. Hu menutup set pertama dengan skor 21-15.

Pertandingan Kedua yang Ketat

Di game kedua, pertandingan berlangsung lebih kompetitif. Hu terus menunjukkan permainan yang baik di depan gawang dan mencari peluang untuk menyerang balik, sementara Eogene mulai menemukan ritme yang lebih baik. Setelah kedudukan mencapai 6-6, beberapa kesalahan dari Eogene membuat Hu unggul 10-6. Namun, Eogene tidak menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 12-12 dengan beberapa serangan overhead yang kuat. Pertandingan semakin ketat, dengan kedua pemain berjuang keras untuk menguasai area depan lapangan. Eogene lebih aktif menyerang, tetapi juga melakukan lebih banyak kesalahan, sedangkan Hu mengandalkan pertahanan yang stabil dan serangan balik yang cepat. Pada kedudukan 17-17, Hu memanfaatkan momen penting dengan meraih dua poin berturut-turut. Eogene memiliki beberapa peluang di akhir pertandingan, tetapi kesalahan terburu-burunya membuatnya kehilangan kesempatan. Hu tetap tenang dan menutup game kedua dengan skor 21-18, memastikan tempatnya di final.

Bagi Hu Zhe An, kemenangan ini menjadi tonggak penting dalam kariernya. Pemain muda asal Tiongkok ini berhasil mencapai final Super 300 pertamanya, melanjutkan reputasinya sebagai juara dunia junior 2024. Kemenangannya atas Eogene ini menyusul kemenangan impresif di perempat final melawan Dong Tian Yao, yang baru-baru ini menjadi runner-up di Australia Open. Gaya bermain Hu yang terkontrol dan kemampuannya untuk tetap tenang dalam situasi-situasi krusial menjadi faktor penentu dalam kedua pertandingan tersebut, dan kini ia memiliki kesempatan untuk meraih salah satu gelar senior terbesar dalam kariernya yang masih muda.

Artikel Terkait