Jakarta - Kontingen Indonesia telah berhasil melampaui target medali yang ditetapkan di Asian Para Games 2026 yang diadakan di Nagoya, Jepang. Reda Manthovani, sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini, namun juga mengingatkan para atlet untuk tidak mengabaikan waktu istirahat demi kesehatan mereka.
Hingga hari keempat kompetisi, Indonesia telah mengumpulkan total 38 medali, yang terdiri dari delapan medali emas, delapan perak, dan 22 perunggu. Medali tersebut diperoleh dari sembilan cabang olahraga, dengan cabang atletik menjadi penyumbang medali terbanyak.
Kontribusi Medali dari Berbagai Cabang
Dari cabang atletik, kontingen Indonesia berhasil meraih 16 medali, yang terdiri dari dua emas, enam perak, dan delapan perunggu. Angka ini hampir setengah dari total medali yang diraih oleh tim Merah Putih. Cabang boccia juga memberikan kontribusi signifikan dengan tiga medali emas. Selain itu, cabang renang menyumbangkan dua medali emas, salah satunya diraih oleh Maulana Rifky Yavianda yang juga memecahkan rekor Asia, serta dua medali perunggu.
Cabang balap sepeda menambah koleksi medali dengan satu emas dan tiga perunggu. Dari cabang judo, Junaedi berhasil meraih satu perak dan dua perunggu. Di cabang panahan, pasangan debutan Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah meraih satu perak di nomor ganda putra compound. Sementara itu, cabang angkat berat menyumbangkan empat perunggu, dan cabang tenis meja meraih tiga perunggu melalui Barce Layaba, Komet Akbar, dan Hamida. Dengan pencapaian ini, Indonesia berada di posisi kesembilan dalam klasemen medali sementara, yang masih bisa berubah hingga penutupan Asian Para Games 2026.
Optimisme untuk Medali Tambahan
Reda Manthovani menyambut baik pencapaian kontingen Indonesia dan optimis bahwa jumlah medali akan terus bertambah, mengingat masih ada beberapa nomor andalan yang belum dipertandingkan. Cabang-cabang seperti para bulutangkis, boccia, para atletik, dan para renang diharapkan dapat menambah jumlah medali.
"Besok dan ke depan ini sampai penutupan masih ada atletik, juga masih ada bulutangkis, boccia juga masih ada. Dan ini merupakan andalan-andalan kita. Mudah-mudahan bisa menambah pundi-pundi emas kita. Ini menjadi kebanggaan bagi tim," ujar Reda dalam keterangannya.
Walaupun demikian, Reda mengingatkan para atlet untuk tetap menjaga kondisi fisik mereka. Ia menekankan pentingnya pemulihan tenaga, mengingat jadwal pertandingan yang padat membuat beberapa atlet harus bertanding beberapa kali dalam waktu singkat.
Ia memberikan contoh pelari para atletik, Saptoyogo Purnomo, yang berhasil meraih medali perak meskipun mengalami kram setelah mengikuti beberapa nomor. "Ada Saptoyogo Purnomo, yang akhirnya di [nomor] kedua dia kram, karena diforsir banget. Tapi luar biasa mentalnya, mental juara, akhirnya dapat juga medali perak," tambah Reda.
Reda juga berpesan kepada para atlet yang masih bertanding untuk memanfaatkan jeda antara pertandingan untuk beristirahat. Ia menekankan bahwa pemulihan tenaga sangat penting agar atlet dapat memberikan performa terbaik pada kesempatan berikutnya. "Istirahatlah di sela-sela jeda pertandingan. Jangan memforsir badannya. Cari tempat istirahat untuk tidur, karena dengan istirahat itu paling tidak bisa memulihkan tenaga para atlet," pesannya.
Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (24/10/2026), dan Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menambah medali sebelum ajang ini berakhir.