Logo
Berita Olahraga

Indonesia Raih Tiga Medali di World Climbing Series Krakow, Desak Made Sumbang Emas

Tim nasional panjat tebing Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di World Climbing Series Krakow 2026 dengan meraih satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu.

A
Anggun Ratnasari
05 July 2026 41 pembaca
Foto: Dok. FPTI
Foto: Dok. FPTI

Tim nasional panjat tebing Indonesia memulai keikutsertaannya di World Climbing Series Krakow 2026 dengan hasil yang sangat memuaskan. Pada kompetisi yang berlangsung di Krakow, Polandia, pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat, tim Merah Putih berhasil mengumpulkan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu dari nomor speed perorangan serta speed relay campuran.

Informasi yang diterima dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyebutkan bahwa medali emas diraih oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi dalam kategori speed perorangan putri. Medali perak diperoleh dari nomor speed relay campuran, sementara medali perunggu disumbangkan oleh Raharjati Nursamsa di nomor speed perorangan putra.

Prestasi Desak Made yang Mengesankan

Desak Made menunjukkan performa yang mengesankan sejak babak 16 besar dan berhasil melaju ke final. Dalam perebutan medali, ia berhadapan dengan tiga atlet tuan rumah, yaitu Natalia Kalucka, Emma Hunt, dan Aleksandra Miroslaw. Di babak final, Aleksandra Miroslaw lebih dulu melakukan false start yang membuatnya didiskualifikasi. Pada pemanjatan ulang, Desak Made mencatatkan waktu tercepat dengan 6,54 detik, mengungguli Natalia Kalucka yang mencatatkan waktu 6,62 detik dan Emma Hunt dengan waktu 11,37 detik.

Keberhasilan ini menandai kembalinya Desak ke jalur kemenangan di Krakow, setelah sebelumnya menjadi juara di IFSC World Cup Krakow 2025.

Medali Perunggu dari Raharjati Nursamsa

Di kategori putra, Raharjati Nursamsa juga berhasil menyumbangkan medali perunggu. Ia finis di belakang Samuel Watson dari Amerika Serikat yang meraih medali emas dengan waktu 4,60 detik, dan Yicheng Zhao dari China yang mencatatkan waktu 4,69 detik. Raharjati sendiri menyelesaikan perlombaan dengan waktu 4,79 detik.

Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menilai pencapaian Desak merupakan momen penting untuk memulihkan kepercayaan dirinya menjelang Asian Games. Ia menyampaikan, "Untuk Desak, selamat back to back di series Krakow. Juara di series khusus speed ini memang sudah seharusnya dan yang paling penting momen ini telah mengembalikan rasa percaya dirinya setelah selalu terhambat di beberapa series sebelumnya. Ini modal penting buat Desak menjelang Asian Games yang tinggal kurang dari dua bulan lagi. Semoga next series Chamonix (Prancis) kembali maksimal."

Pada nomor speed relay campuran, Indonesia menurunkan dua pasangan. Tim Indonesia II yang terdiri dari Antastafi Robby Al Hilmi dan Desak Made berhasil mencapai final, namun harus mengakui keunggulan pasangan Amerika Serikat. Pasangan Samuel Watson dan Emma Hunt membawa Amerika Serikat meraih emas dengan waktu 10,89 detik, sedangkan Indonesia mencatat waktu 11,30 detik dan meraih medali perak.

Di sisi lain, Tim Indonesia I yang diperkuat Raharjati Nursamsa dan Rajiah Salsabillah gagal meraih medali setelah kalah dari pasangan China dalam perebutan tempat ketiga. Asisten pelatih nomor speed, Fitriyani, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tim Merah Putih di hari pertama kompetisi, "Alhamdulillah, hari ini Tim Indonesia sudah mendapatkan tiga medali, masing-masing satu emas, perak, dan perunggu dari nomor berbeda. Terima kasih untuk doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia."

Perjuangan Indonesia di World Climbing Series Krakow belum berakhir. Pada Minggu (5/7), masih akan dipertandingkan nomor speed relay putra dan speed relay putri, di mana tim Merah Putih berharap dapat menambah koleksi medali sebelum kompetisi di Krakow berakhir.

Artikel Terkait