Jakarta - Indonesian Downhill kembali hadir tahun ini dengan menawarkan trek yang lebih menantang. Acara bertajuk '76 Indonesian Downhill 2026' dijadwalkan berlangsung mulai 22 Mei mendatang dan akan terbagi menjadi tiga seri, mirip dengan format tahun lalu. Namun, terdapat beberapa perubahan signifikan pada trek yang akan digunakan.
Trek Ternadi Bike Park di Kudus, Jawa Tengah, masih dipertahankan dari tahun sebelumnya. Sementara itu, dua trek baru yang akan digunakan adalah Bukit Hijau Bike Park di Bantul, Yogyakarta, dan Arjuno Bike Park di Pasuruan, Jawa Timur.
Karakter Trek yang Lebih Ekstrem
Event Director Indonesian Downhill, Aditya Nugraha, menjelaskan bahwa karakter lintasan pada seri tahun ini akan semakin ekstrem dan menantang. "Lintasan lebih panjang, minimal 1.600 meter, berbanding tahun lalu yang hanya minimal 1.250 meter. Kecuramannya juga bertambah sehingga lebih high speed dan less pedaling track. Jadi kecepatannya secara average akan lebih tinggi dibanding tahun lalu. Pasti makin seru," ungkapnya dalam rilis resmi.
Seri pertama balapan akan dibuka di Bantul pada 22-24 Mei, dilanjutkan dengan Kudus pada 22-23 Agustus, dan Pasuruan sebagai seri penutup pada 16-18 Oktober. "Bukit Hijau Bike Park dipilih sebagai lokasi seri pertama karena memiliki karakter lintasan yang lebih curam, obstacle yang lebih natural, dan tanah kering berkerikil yang licin. Di sini terdapat batuan karang purba yang membentang sepanjang garis pantai selatan Yogyakarta yang menawarkan sensasi balap yang berbeda. Bukit Hijau memiliki panjang lintasan sekitar 1.650 meter dari start ke finish," jelas Aditya.
Kelas Kompetisi yang Beragam
Indonesian Downhill 2026 akan tetap membuka sepuluh kelas, termasuk tiga kelas prestasi, yaitu Men Elite, Women Elite, dan Men Junior. Kelas Men Youth dan Women Youth juga dipertahankan untuk mendukung pengembangan jenjang karier dan regenerasi atlet. Kelas Men Master C, Men Master B, Men Master A, Men Sport A, dan Men Sport B disediakan sebagai ajang penyaluran hobi agar lebih banyak masyarakat terlibat dalam olahraga downhill.
Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini turnamen akan fokus pada nomor downhill untuk menjaga konsistensi dan standar kualitas teknis kompetisi yang semakin tinggi. Prestasi atlet downhill Indonesia di SEA Games 2025, seperti medali emas yang diraih oleh Rendy Varera Sanjaya dan medali perak oleh Riska Amelia Agustina, menjadi salah satu alasan penyelenggara untuk terus berinovasi.
Akan ada banyak atlet downhill berpengalaman yang ikut serta dalam ajang ini, termasuk Rendy, Pandu Satrio, Mohammad Abdul Hakim, Khoiful Mukhib, Andy Yoga, dan Pahraz Salman Alparisi.