Pelatih kepala tunggal putra PP PBSI, Indra Wijaya, melakukan evaluasi terhadap penampilan para atletnya dalam beberapa turnamen terakhir yang menunjukkan peningkatan. Salah satu pemain yang mendapat perhatian khusus adalah Alwi Farhan, pebulutangkis tunggal putra yang kini menduduki peringkat 10 dunia dan perlahan-lahan menjadi salah satu atlet terkemuka di dunia.
Indra Wijaya menjelaskan bahwa momentum positif ini berlanjut setelah tim bulu tangkis Indonesia mengalami kegagalan di Piala Thomas 2026 yang berlangsung di Denmark. "Kembali lagi, anak-anak ini terus semangat meskipun kesulitan-kesulitan yang dialami kemarin di Piala Thomas, kejadian-kejadian yang kita alami, bisa dilalui dengan latihan-latihan setiap hari dan ada hasilnya lagi kemarin di Australia," ungkapnya saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, pada Rabu pagi, 17 Juni.
Pembahasan Selebrasi Alwi Farhan
Indra juga memberikan pandangannya mengenai selebrasi Alwi Farhan yang dianggap sedikit berlebihan. Ia berusaha untuk meredam emosi sesaat yang ditunjukkan oleh pemain muda berusia 20 tahun tersebut. "Jadi balik lagi kalau selebrasi itu spontan. Anak ini memang, kan, pecicilan, tapi balik lagi, ya, kita komunikasikan itu. Selama itu dalam kata-kata sopan atau ada orang yang menilai berlebihan, ini kita susah untuk membatasinya. Jadi gimana, ya, saya bilang, ya, susah, lah untuk everybody happy gitu," jelasnya.
Indra menambahkan, "Tapi selama itu mungkin ada yang bilang terlalu sombong begini, ya, susah dibilang. Tapi, kan, saya sebagai orang yang paling dekatnya, saya tahu bukan itu yang Alwi mau tunjukkan."
Kondisi Anthony Sinisuka Ginting
Di sisi lain, mantan juara Asia, Anthony Sinisuka Ginting, menghadapi tantangan yang berbeda. Ia tampaknya masih berjuang untuk menemukan kembali performa terbaiknya setelah kembali dari cedera yang dideritanya tahun lalu. Saat ini, Ginting berada di peringkat 45 dunia, yang membuatnya kesulitan saat mengikuti turnamen BWF World Tour Super 500 karena harus melalui babak kualifikasi.