Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB Orado) telah memperkenalkan pendekatan modern dalam menjaring atlet masa depan dengan memanfaatkan teknologi. Peluncuran Orado Game di aplikasi Android Play Store pada acara Indonesia Game Experience (IGX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Sabtu (24/10/2026), diharapkan dapat menjadi sarana efektif dalam membangun ekosistem olahraga domino di tanah air, dimulai dari pembibitan atlet.
Orado Game dilengkapi dengan sistem pemeringkatan dan pendataan pemain secara nasional, yang memungkinkan federasi untuk memantau perkembangan para pemain dan mengidentifikasi atlet yang memiliki potensi. Dengan demikian, permainan ini diharapkan dapat mempermudah proses penjaringan atlet yang berbakat.
Mendorong Pembibitan Atlet Secara Aktif
PB Orado saat ini tengah aktif melakukan pembibitan atlet, terutama setelah resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada bulan Mei lalu. Domino direncanakan akan dipertandingkan dalam bentuk ekshibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dengan skala nasional yang besar, banyak atlet dari berbagai daerah dibutuhkan untuk mewakili wilayah masing-masing dalam kompetisi tersebut.
Peluang Domino Dikenal Lebih Luas
Brand Ambassador PB Orado, Anji Manji, percaya bahwa domino memiliki potensi untuk lebih dikenal, terutama di kalangan generasi muda. Ia menyatakan bahwa permainan ini lebih dari sekadar kompetisi menang atau kalah. “Menurut saya, domino melalui Orado Game punya potensi untuk dikenal lebih luas, termasuk di kalangan anak muda. Permainan ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga tentang menyusun strategi, berpikir dengan cermat, dan membangun interaksi dengan orang lain,” ungkap Anji.
Dengan inisiatif ini, PB Orado berharap dapat memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat dan atlet untuk berlatih, sekaligus memperkenalkan olahraga domino kepada generasi muda, sehingga dapat menciptakan lebih banyak atlet berbakat di masa depan.