Logo
Berita Olahraga

Isu Dugaan Pelanggaran Integritas Tak Ganggu Persiapan Ganda Campuran PBSI

Rumor mengenai dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan beberapa pebulutangkis Indonesia tidak memengaruhi fokus tim ganda campuran PBSI dalam mempersiapkan Kejuaraan Dunia 2026.

S
Surya Kirana
12 August 2026 27 pembaca
Foto: Mercy Raya/detikcom
Foto: Mercy Raya/detikcom

Jakarta - Isu dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah atlet bulutangkis Indonesia tidak berdampak pada suasana di Pelatnas PBSI Cipayung. Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah menegaskan bahwa mereka tetap berkonsentrasi dalam persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia 2026.

Amri menjelaskan bahwa situasi di Pelatnas PBSI berjalan normal dan ia memilih untuk tidak terpengaruh oleh isu yang beredar. Fokus utama mereka adalah persiapan untuk kejuaraan yang akan datang. "Suasananya sih sebenarnya sama saja ya, maksudnya enggak ada yang gimana-gimana. Kita lebih fokus sama persiapan kita di Kejuaraan Dunia saja ya," ungkap Amri di Pelatnas PBSI pada Rabu (12/8/2026).

Fokus pada Perkembangan Diri

Amri juga menolak untuk berspekulasi tentang isu tersebut, mengingat masih banyak aspek dalam permainan bersama Nita yang perlu diperbaiki menjelang kejuaraan. "Kalau misalkan isu-isu yang telah beredar ya saya tutup mata lah, sudah enggak mau... saya mau fokus sama perkembangan diri saya, perkembangan sama partner juga banyak yang harus PR-nya harus diberesin dari kita berdua juga. Jadi ya kita fokus sendiri saja," tambahnya.

Pentingnya Menjaga Integritas

Sebelumnya, PP PBSI melalui Sekretaris Jenderal Ricky Soebagdja mengonfirmasi adanya proses peradilan independen yang sedang dilakukan oleh Badminton World Federation (BWF) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. Namun, hingga saat ini belum ada informasi mengenai atlet mana saja yang terlibat dalam proses tersebut. PP PBSI memilih untuk tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai substansi perkara atau mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu.

Di tengah situasi ini, PBSI tetap mengingatkan para atlet tentang pentingnya menjaga integritas sebagai pebulutangkis profesional. Amri mengonfirmasi bahwa para pemain terus mendapatkan pengingat mengenai aturan integritas. "Iya selalu di-reminder ya, terus juga terakhir berapa minggu lalu gitu dikirim aturan baru ya dari BWF ke kita, buat dipelajari lagi karena banyak banget dan memang harus kita teliti lah, harus hati-hati," jelas Amri.

Amri menambahkan bahwa aturan tersebut tidak hanya diberikan untuk dibaca, tetapi juga dijelaskan kembali oleh pelatih kepada para pemain. "Iya itu dijelasin kok, dijelasin terus juga selalu di-reminder dari pelatih hari-hari juga, terus dikasih (aturan dalam bentuk) PDF gitu dan kita disuruh pelajari. Nanti ada arahan lagi dari pelatih diingatkan terus setiap hari, setiap datang sama pelatih."

Nita juga menambahkan bahwa pengingat mengenai aturan tersebut disampaikan secara berjenjang melalui tim pelatih. "Jadi mungkin kita reminder-nya dari pelatih, mungkin pengurus lewat pelatih, jadi pelatih ke atletnya gitu sih," tegas Nita.

Dengan proses yang masih berlangsung dan tanpa adanya informasi mengenai atlet yang terlibat, Amri dan Nita memilih untuk tidak terpengaruh oleh rumor. Fokus mereka tetap pada persiapan menuju Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang akan berlangsung di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus.

Artikel Terkait