Logo
Olahraga Lain

Jack Catterall Berikan Penilaian Pedas Terhadap Teofimo Lopez Setelah Meraih Gelar WBA

Jack Catterall mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap performa Teofimo Lopez saat merebut gelar WBA dari Rolando Romero, meskipun Lopez berhasil meraih kemenangan.

D
Dyah Entenopo
31 August 2026 20 pembaca
Meski mengakui Teofimo Lopez melakukan cukup banyak hal untuk meraih kemenangan, Catterall menilai performanya jauh dari versi terbaiknya. (Foto: Fight TV)
Meski mengakui Teofimo Lopez melakukan cukup banyak hal untuk meraih kemenangan, Catterall menilai performanya jauh dari versi terbaiknya. (Foto: Fight TV)

Jack Catterall menyatakan bahwa ia tidak terkesan dengan penampilan Teofimo Lopez setelah petinju asal New York itu mengalahkan Rolando “Rolly” Romero dan merebut gelar kelas welter WBA. Walaupun Catterall mengakui bahwa Lopez melakukan beberapa hal untuk meraih kemenangan, ia merasa performa Lopez masih jauh dari yang terbaik.

Lopez berhasil meraih sabuk WBA setelah menang melalui keputusan mayoritas di T-Mobile Arena, Las Vegas, pada hari Sabtu lalu. Kemenangan ini menjadikan Lopez sebagai juara dunia di tiga divisi setelah bertarung di kelas welter untuk pertama kalinya. Catterall berkomentar, “Saya pikir dia terlihat lesu. Itu bukan Teo yang kita lihat di kelas 135 atau 140 pound. Menurut saya dia lambat dan tidak membawa kekuatan pukulannya,” dalam program Inside The Ring yang ditayangkan di DAZN.

Persaingan di Kelas Welter

Catterall memiliki kepentingan langsung terhadap masa depan Lopez, karena ia merupakan penantang wajib untuk gelar WBA yang kini dipegang Lopez. Sebelumnya, Catterall juga merebut sabuk sekunder WBA kelas welter setelah mengalahkan Shakhram Giyasov melalui keputusan angka pada 23 Mei di Mesir. Ketika WBA menyetujui pertarungan antara Catterall dan Giyasov, organisasi tersebut menetapkan bahwa Romero, yang saat itu memegang gelar utama, harus menghadapi pemenang dalam waktu 180 hari, dengan batas waktu jatuh pada 19 November.

Saat ini, Lopez menempati peringkat kelima di kelas welter versi The Ring, sedangkan Catterall berada di posisi ketiga. Meskipun demikian, Lopez juga mengincar pertarungan melawan pemenang duel juara WBC antara Ryan Garcia dan Conor Benn yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September di Las Vegas. Catterall menegaskan bahwa rencana tersebut seharusnya tidak mengubah statusnya sebagai penantang wajib. Ia mengakui bahwa Lopez layak mendapatkan pujian atas keberhasilannya merebut gelar setelah mengalami kekalahan sebelumnya, tetapi tetap menuntut agar kewajiban WBA dipenuhi.

Kesempatan yang Tidak Ingin Hilang

Catterall menyatakan, “Teo berhasil merebut sabuk setelah mengalami kekalahan, jadi saya memberikan kredit kepadanya. Tetapi, berdasarkan pemahaman saya, batas waktunya 180 hari sejak Mei, yang berarti sampai 19 November.” Catterall dan Lopez sebelumnya sudah beberapa kali berada di jalur yang berdekatan saat bertarung di kelas 140 pound. Catterall sempat dijadwalkan untuk pertandingan ulang melawan Josh Taylor pada Maret 2024 setelah kalah secara kontroversial pada 2022, namun Taylor mundur karena cedera.

Setelah itu, Taylor menghadapi Lopez pada Juni 2023, di mana Lopez menang angka mutlak dan merebut gelar The Ring serta WBO kelas 140 pound. Catterall kemudian bertarung melawan Arnold Barboza Jr. pada Februari 2025 untuk gelar interim WBO, tetapi kalah tipis melalui keputusan split. Beberapa bulan setelahnya, Lopez juga menghadapi Barboza dan meraih kemenangan mutlak. Kini, Catterall tidak ingin kehilangan kesempatan lagi dan menegaskan kesiapan untuk menghadapi Lopez pada 19 November jika kesepakatan pertarungan dapat tercapai.

“Saya tidak akan diam. Saya akan terus menyuarakannya. Saya siap bertarung 19 November. Mari selesaikan kesepakatannya dan wujudkan pertarungan,” ungkap Catterall.

Artikel Terkait