Jean Montero, pemain basket asal Dominika, menunjukkan performa yang mengesankan saat menghadapi Joventut. Meski ada kemungkinan besar ia akan meninggalkan Valencia Basket di akhir musim, saat ini ia lebih memilih untuk menikmati setiap momen di lapangan. Kenangan buruk dari final musim lalu melawan Real Madrid, di mana ia tidak dapat tampil maksimal akibat cedera tangan, menjadi motivasi baginya untuk tampil lebih baik tahun ini.
Montero berambisi untuk meninggalkan warisan berupa trofi liga di lemari pajangan klub sebagai tanda baktinya. Setelah pertandingan, ia menyatakan, "Saya datang ke sini untuk memenangkan pertandingan ketiga ini," dan ia berhasil mewujudkannya. Meskipun harus berhadapan dengan pemain-pemain bertahan tangguh seperti Vives, Ricky, dan Jabari Parker, Montero tetap menunjukkan performa luar biasa. Statistiknya hampir mendekati triple-double dengan 24 poin, 8 rebound, dan 7 assist, serta PIR 39, menjadikannya sebagai pemain terbaik di lapangan.
Performa Tim dan Tantangan di Euroleague
La Penya, tim yang dihadapinya, memberikan perlawanan sengit di depan ribuan pendukung mereka. Meskipun saat ini mereka berada di urutan ketiga di Euroleague, mereka harus menghadapi tantangan besar dengan membiarkan 19 rebound ofensif, yang memberikan banyak peluang kedua bagi Valencia untuk tetap bersaing dalam pertandingan. Meskipun banyak pemain Valencia yang tidak tampil maksimal, kehadiran Montero membuat perbedaan signifikan.
Menuju Final Liga Endesa
Valencia Basket kini bersiap untuk menghadapi Barcelona di final Liga Endesa, yang merupakan yang keempat dalam sejarah klub, dengan harapan meraih gelar kedua. Kekecewaan akibat hasil buruk di Piala FA menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk melaju ke Final Four Euroleague. Kesedihan setelah kalah di semifinal di Athena melawan Madrid telah berubah menjadi semangat baru, dan mereka telah meraih delapan kemenangan berturut-turut sejak saat itu. Tiga kemenangan lagi dan mereka akan menjadi juara.