Mantan juara dunia kelas penjelajah WBO, Johnny Nelson, kini lebih memilih Tyson Fury untuk mengalahkan Anthony Joshua jika pertarungan antara kedua mantan juara dunia kelas berat asal Inggris itu benar-benar terjadi. Perubahan pandangan ini muncul setelah keduanya melakoni laga pemanasan pada akhir pekan lalu. Fury menunjukkan performa yang cukup menjanjikan dengan menghentikan veteran asal Polandia, Mariusz Wach, setelah tujuh ronde di Pattaya, Thailand. Meskipun tidak tampil secara spektakuler, Fury berhasil mengendalikan jalannya pertarungan sebelum Wach memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan.
Sementara itu, Joshua meraih kemenangan knockout pada ronde kedua melawan Kristian Prenga di Jeddah, Arab Saudi. Namun, kemenangan tersebut diwarnai dengan momen mengejutkan ketika Joshua terjatuh dua kali pada ronde pertama akibat pukulan dari lawannya. Nelson menilai insiden tersebut menunjukkan sisi rentan dari Joshua yang dapat dimanfaatkan oleh Fury jika mereka bertemu di atas ring.
Pandangan Nelson tentang Pertarungan
"Saya penggemar Anthony Joshua, tetapi jika melihat apa yang terjadi akhir pekan ini, saya harus lebih condong memilih Tyson Fury. Kelincahan dan kemampuan bertinjunya memberi keuntungan besar," ungkap Nelson. Ia juga menyoroti bahwa pukulan uppercut yang menjatuhkan Joshua adalah jenis serangan yang sering digunakan oleh Fury. "Joshua terlihat rentan saat terkena uppercut dan kembali kehilangan keseimbangan setelahnya. Itu adalah pukulan yang sangat alami dalam gaya bertarung Tyson Fury. Saya rasa Fury bisa memanfaatkan situasi seperti itu," tambahnya.
Apresiasi Terhadap Joshua
Meskipun demikian, Nelson tetap mengapresiasi karakter Joshua sebagai petinju. "Kalau berbicara soal keberanian, tekad, dan semangat bertarung, saya akan memilih Anthony Joshua. Namun berdasarkan penampilan terakhir keduanya, saya lebih mengunggulkan Fury," jelasnya. Pertarungan antara Fury dan Joshua diperkirakan akan berlangsung pada bulan November mendatang dan diprediksi menjadi salah satu pertarungan terbesar dalam sejarah tinju Inggris. Namun, hingga saat ini, lokasi pertandingan belum diumumkan secara resmi.
Nelson berharap agar pertarungan tersebut dapat digelar di Inggris, tetapi ia menilai bahwa peluang terbesar justru mengarah ke Amerika Serikat karena alasan bisnis. "Menurut saya laga ini seharusnya berlangsung di Inggris, tetapi saya rasa tidak akan terjadi. Saya melihat Amerika Serikat menjadi pilihan karena di sanalah nilai komersialnya paling besar. Mereka ingin menjangkau pasar yang lebih luas dan di sanalah uangnya berada," jelas Nelson.
Jika tidak ada perubahan, duel antara Tyson Fury dan Anthony Joshua akan menjadi pertemuan pertama bagi kedua petinju setelah bertahun-tahun gagal terwujud. Pertarungan ini juga disebut-sebut bisa menjadi laga terakhir dalam karier masing-masing mantan juara dunia kelas berat tersebut.