Pelatih tim nasional putri Amerika Serikat, Kara Lawson, menilai bahwa Piala Dunia FIBA 2026 kemungkinan akan menjadi edisi yang paling sulit bagi timnya untuk meraih gelar, mengingat meningkatnya kualitas tim-tim dari negara lain. Pertandingan pembuka bagi AS akan berlangsung melawan China di Berlin pada hari Jumat, 4 September.
Tiga hari sebelum pertandingan tersebut, Lawson mengungkapkan bahwa persaingan di tingkat internasional semakin ketat karena banyaknya negara peserta yang kini memiliki skuad yang lebih dalam. "Saya pikir tidak ada keraguan bahwa dunia berkembang dengan sangat cepat. Sangat menyenangkan melihatnya, dan saya melihatnya di setiap level," ujarnya dalam konferensi pers melalui Zoom pada hari Selasa.
Peningkatan Kualitas Tim Internasional
Lawson menambahkan bahwa semakin banyak tim yang memiliki pemain dengan kualitas tinggi, yang membuat AS harus berusaha lebih keras untuk mempertahankan posisinya sebagai tim dominan. "Saya pikir ini akan menjadi Piala Dunia yang paling sulit untuk dimenangkan bagi kami karena alasan tersebut," kata Lawson.
AS datang ke turnamen sebagai favorit utama dan pemegang rekor 30 kemenangan beruntun di Piala Dunia. Tim ini hanya mengalami satu kekalahan dalam kompetisi internasional utama sejak tahun 1994 dan berambisi untuk merebut medali emas kelima secara berturut-turut serta gelar ke-12 sepanjang sejarah mereka.
Perubahan dalam Skuad Tim
Namun, Lawson harus mempersiapkan tim tanpa dua pemain kunci, A'ja Wilson dan Kelsey Plum, yang mundur dari turnamen karena masalah kesehatan. Wilson, yang telah meraih empat gelar MVP WNBA, dan Plum yang merupakan lima kali All-Star, digantikan oleh Kiki Iriafen dan Sonia Citron.
Dengan perubahan ini, tujuh pemain dalam skuad AS berusia di bawah 27 tahun dan akan menjalani debut mereka di kompetisi internasional utama, sementara sembilan pemain lainnya belum pernah tampil di Piala Dunia sebelumnya. Salah satu debutan tersebut adalah Caitlin Clark, yang menunjukkan performa mengesankan pada debutnya bersama tim senior AS pada bulan Maret dan meraih penghargaan MVP di turnamen kualifikasi Piala Dunia di Puerto Rico.
Lawson memberikan pujian terhadap performa Clark bersama Indiana Fever musim ini, terutama dalam hal mengatur tempo, menciptakan ruang, serta berkontribusi sebagai pencetak angka dan pengatur serangan. Selain itu, Lawson menyatakan bahwa berbagai kontroversi di luar lapangan yang melibatkan Clark tidak menjadi fokus pembicaraan di lingkungan tim nasional. Ia menekankan bahwa para pemain sudah terbiasa menghadapi berbagai gangguan dan tetap fokus pada pertandingan.
AS memiliki waktu persiapan yang singkat, dengan pemain tiba di Berlin secara bertahap setelah musim WNBA memasuki jeda untuk kompetisi FIBA. Setelah menghadapi China, AS akan bertanding melawan Italia pada hari Minggu dan Czechia pada hari Senin, 7 September, dalam fase grup, sebelum babak gugur berlangsung dari 8 hingga 13 September. "Yang terpenting adalah benar-benar fokus ketika kami bersama. Ada banyak informasi yang harus dipelajari," tutup Lawson.