Logo
Berita Olahraga

Keberhasilan Indonesia di Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 Melampaui Harapan

Pengurus Besar Tinju Amatir Indonesia (Perbati) mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23 2026 tidak hanya memenuhi harapan, tetapi juga melampaui target yang ditetapkan.

D
Dharma Kusuma
16 July 2026 32 pembaca
Foto: Mercy Raya/detikcom
Foto: Mercy Raya/detikcom

Jakarta - Pengurus Besar Tinju Amatir Indonesia (Perbati) menilai bahwa pelaksanaan Asian Boxing U-19 & U-23 Championships 2026 berjalan dengan baik dan melebihi ekspektasi. Indonesia, sebagai tuan rumah, berhasil meraih satu medali emas, satu perak, dan lima perunggu selama kejuaraan yang berlangsung di Hall A Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dari tanggal 5 hingga 16 Juli 2026.

Sekretaris Jenderal Perbati, Hengky Silatang, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja sama yang solid dengan Asian Boxing serta dukungan dari berbagai pihak selama acara berlangsung. "Evaluasinya, apa yang kita lakukan cukup baik. Jadi kita sebagai penyelenggara yang baik, tetapi juga mempersiapkan atlet juga mesti baik," ungkap Hengky di Hall A GBK pada Kamis, 16 Juli 2026.

Pencapaian yang Melebihi Ekspektasi

Menurut Hengky, pencapaian yang diraih oleh Indonesia melampaui harapan. Hal ini mengingat persiapan atlet menuju kejuaraan hanya berlangsung sekitar satu setengah bulan. "Pertama kalinya ada atlet putri usia 16 tahun yang mendapatkan medali emas untuk Indonesia. Mungkin kalau putra sudah pernah, tetapi untuk putri ini yang pertama. Hasil ini sangat luar biasa," ujarnya, merujuk pada keberhasilan Anggie Intania Chalik yang meraih medali emas di kelas Women's Light Flyweight 45-48 kg.

Hengky merasa puas dengan hasil yang diperoleh kontingen Indonesia, yang ia sebut sebagai hasil kerja sama dari seluruh elemen Perbati. "Kita tahu diri juga. Kita mempersiapkan petinjunya hanya satu bulan setengah. Dan ini adalah hasil yang menurut saya terbaik. Sudah lama kita tidak mendapatkan hasil seperti ini. Ada lonjakan positif, bisa meraih emas, perak, dan perunggu," tambahnya.

Langkah Selanjutnya untuk Pembinaan Atlet

Hengky juga menekankan pentingnya kerja sama tim yang baik, serta dukungan dari Ketua Perbati yang berani mengeluarkan biaya dari dana pribadinya. "Kalau Ketua tidak memiliki perhatian besar terhadap olahraga dan berani mengeluarkan biaya yang tinggi, saya rasa prestasinya tidak akan sebaik sekarang," jelasnya.

Setelah Kejuaraan Asia, Perbati berencana untuk terus meningkatkan pengalaman bertanding atlet dengan mengirim mereka ke berbagai turnamen internasional. Program pemusatan latihan akan dilanjutkan dengan sistem dua lapis untuk memperluas pembinaan atlet. "Training center tetap akan dilakukan. Kami akan mencoba membuat lapis satu dan lapis dua. Dengan kompetisi yang lebih banyak, saya yakin hasilnya akan lebih baik. Kepercayaan diri atlet harus dibangun lewat pengalaman bertanding di luar negeri," tutup Hengky.

Perbati kini mengalihkan fokus ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di level senior, serta berencana untuk menghidupkan kembali ajang President Cup yang ditargetkan untuk digelar di Indonesia pada tahun 2027. "Kami akan mencoba mengembalikan President Cup di Indonesia. Targetnya tahun depan," pungkasnya.

Artikel Terkait