Tim putri cabang olahraga padel Indonesia berhasil meraih medali perak dan perunggu pada ajang Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya. Pelatih Timnas Padel Indonesia, Ariant Moya Rotger, menyatakan bahwa pencapaian ini sangat mengesankan, terutama mengingat waktu persiapan yang relatif singkat. Duet Fitriani Sabatini dan Fadona Kusumawati berhasil membawa pulang medali perak, sementara pasangan Beatrice Gumulya dan Novela Putria menyusul dengan medali perunggu.
Ariant menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras yang luar biasa. "Jika seseorang mengatakan tiga bulan lalu bahwa kami akan meraih perak dan perunggu di turnamen ini, saya akan mengatakan tidak mungkin," ungkapnya.
Fokus pada Persiapan Mental
Sebelum memimpin timnya di final, Ariant memberikan perhatian khusus pada aspek mental para atlet. Ia menyadari adanya tekanan yang tinggi selama semifinal, terutama karena dukungan besar dari suporter Jepang. "Setelah semifinal, saya memikirkan pertandingan tersebut. Atmosfer yang diciptakan Jepang luar biasa. Luar biasa bagi mereka, tetapi tidak terlalu bagus bagi kami," jelasnya.
Untuk menghadapi tekanan tersebut, Ariant mengadakan pertemuan khusus sebelum final untuk memberikan pembekalan tentang situasi lapangan dan kualitas permainan lawan. Ia mendorong para pemain untuk tampil tanpa beban, mengingat target medali telah tercapai. "Saya mencoba menjelaskan apa yang akan mereka temukan di final, atmosfernya, level lawan yang sangat bagus," tegasnya.
Strategi dan Latihan Intensif
Ariant juga menyoroti pentingnya latar belakang tenis para pemain yang memudahkan mereka dalam beradaptasi dan menguasai teknik dasar padel. "Mereka adalah pemain tenis yang bagus dan itu membuat perbedaan. Selain itu, mereka berlatih dengan baik dan keras," tambahnya. Para atlet juga menjalani program latihan intensif di Spanyol selama lima pekan sebelum kembali ke Jakarta, di mana mereka melanjutkan latihan dengan durasi lima hingga tujuh jam setiap hari.
“Latihannya sulit dan panjang. Mereka melakukan latihan yang luar biasa, meninggalkan keluarga di rumah, meninggalkan pekerjaan, dan datang ke sana untuk berlatih berjam-jam sepanjang hari,” ungkap Ariant.
Menuju Kualifikasi Piala Dunia
Setelah menyelesaikan kompetisi di Asian Games, tim nasional kini berfokus pada babak kualifikasi Piala Dunia Padel yang akan berlangsung di Kuwait dalam waktu sekitar 15 hari. Berbeda dengan format sebelumnya, kali ini ajang tersebut akan menggunakan format beregu dengan delapan pemain. "Ada empat pemain lagi karena ini adalah turnamen tim. Daftarnya delapan pemain," tutup Ariant. Rencana untuk mengumumkan nama-nama tambahan dalam tim Merah Putih akan dilakukan pada pekan depan.