Logo
Berita Olahraga

Kehadiran Rizki Juniansyah di Asian Games 2026 Terancam karena Sanksi Hukum

Rizki Juniansyah, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, tidak dapat berpartisipasi di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akibat sanksi dari CAS, yang menjadi perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick...

A
Atha Aziz
28 September 2026 20 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir.(DOK. Humas Kemenpora)
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir.(DOK. Humas Kemenpora)

Ketidakhadiran Rizki Juniansyah, atlet angkat besi yang meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menarik perhatian banyak pihak, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Menpora berusia 56 tahun itu menyatakan bahwa pemerintah menghormati keputusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) dan proses hukum yang masih berlangsung.

Erick meminta semua pihak untuk tidak berspekulasi mengenai substansi perkara yang sedang ditangani, mengingat proses pemeriksaan pokok perkara masih berjalan. Rizki sebelumnya dijadwalkan bertanding di kelas 85 kg putra pada cabang olahraga angkat besi di Asian Games 2026, namun dia dipastikan tidak dapat bertanding setelah CAS menolak permohonan untuk mencabut sanksi sementara yang dijatuhkan oleh International Weightlifting Federation (IWF).

Sanksi Dikenakan karena Pelanggaran

Sanksi tersebut diterapkan kepada Rizki karena dianggap melanggar kewajiban untuk melaporkan keberadaan atlet guna menjalani tes doping di luar kompetisi. “Saya sudah mendapatkan laporan mengenai perkembangan kasus yang dialami Rizki Juniansyah. Kita tentu menyayangkan Rizki tidak bisa bertanding di Asian Games kali ini," ujar Erick dalam keterangan tertulis dari Kemenpora.

Dia menambahkan, “Perlu digarisbawahi bahwa sangkaan terhadap Rizki bukan soal penggunaan substansi terlarang, tapi soal pelaporan kehadiran atau whereabouts.” Erick juga menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di CAS dan meminta semua pihak untuk tidak mendahului keputusan akhir dari proses tersebut.

Dukungan bagi Rizki dan Kontingen Indonesia

Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa hal terpenting saat ini adalah memastikan Rizki mendapatkan dukungan dan pendampingan yang diperlukan selama menghadapi situasi ini. Kemenpora akan terus berkoordinasi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) untuk memantau perkembangan kasusnya.

“Kemenpora terus berkoordinasi dengan KOI dan PABSI untuk mengawal bersama proses kasus ini. Kita ingin memastikan Rizki mendapatkan pendampingan yang maksimal dan dapat menjalani proses ini dengan sebaik-baiknya,” jelas Erick. Dia juga menyadari bahwa ketidakhadiran Rizki merupakan kehilangan besar bagi kontingen Indonesia, mengingat Rizki adalah salah satu atlet andalan yang diharapkan dapat meraih medali untuk tim Merah Putih di multievent empat tahunan tersebut.

“Tentu, kita semua kecewa karena Rizki tidak bisa tampil di Asian Games. Dia adalah atlet yang sudah memberikan prestasi besar untuk Indonesia," ungkap Erick. Namun, dia menekankan bahwa perjuangan seorang atlet tidak berhenti hanya karena satu kompetisi, dan penting untuk memberikan dukungan agar Rizki dapat menghadapi proses hukum ini dengan baik.

Meski harus menjalani hukuman, Erick meminta Rizki untuk tetap menjaga fokus dan semangat. Menurutnya, pemerintah bersama pemangku kepentingan olahraga akan terus memberikan dukungan sesuai dengan koridor hukum dan aturan yang berlaku. “Pemerintah, KOI, PABSI, dan seluruh masyarakat olahraga Indonesia tentu memberikan dukungan untuk Rizki. Jalani prosesnya dengan baik, hormati mekanismenya, dan kita akan kawal bersama,” tegas Erick.

Dia berharap proses peradilan di CAS yang dijalani Rizki dapat segera selesai dengan hasil yang baik, sehingga atlet tersebut bisa kembali fokus pada karier dan perjalanan prestasinya. “Kita berharap proses ini bisa berjalan dengan baik. Kami ingin Rizki tetap memiliki masa depan yang panjang sebagai atlet dan terus bisa memberikan prestasi untuk Merah Putih,” tutup Erick.

Artikel Terkait