Logo
Berita Olahraga

Kejuaraan Pacuan Kuda Tradisional Gayo: Semangat Kebangkitan Pasca Bencana

Pacuan kuda tradisional Gayo kembali digelar di Aceh Tengah sebagai simbol kebangkitan dan solidaritas pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.

D
Dhearatika Jaya
14 June 2026 17 pembaca
Para joki memacu kudanya pada putaran semifinal kejuaraan kuda tradisional Gayo di lapangan HM Hasan Gayo, Blang Bebangka, Aceh Tengah, Aceh, Sabtu (13/6/2026). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Para joki memacu kudanya pada putaran semifinal kejuaraan kuda tradisional Gayo di lapangan HM Hasan Gayo, Blang Bebangka, Aceh Tengah, Aceh, Sabtu (13/6/2026). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Aceh Tengah menjadi tuan rumah bagi pacuan kuda tradisional Gayo yang kembali diadakan, menandai semangat kebangkitan masyarakat setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025. Pertandingan ini berlangsung di lapangan HM Hasan Gayo, Blang Bebangka, pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.

Kejuaraan ini diikuti oleh 122 ekor kuda yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Ajang ini mengusung tema "Gayo Pulih-Gayo Bangkit", mencerminkan harapan dan solidaritas masyarakat setempat untuk pulih dari dampak bencana yang telah melanda wilayah mereka.

Partisipasi dan Antusiasme Masyarakat

Para joki dengan semangat tinggi memacu kudanya dalam putaran semifinal, menunjukkan keterampilan dan keberanian dalam setiap perlombaan. Masyarakat setempat turut meramaikan acara ini, memberikan dukungan kepada para peserta dan merayakan kebersamaan dalam menghadapi tantangan pascabencana.

Makna di Balik Kejuaraan

Kejuaraan pacuan kuda ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi simbol harapan bagi masyarakat Gayo. Dengan adanya acara ini, diharapkan dapat menguatkan kembali semangat kolektif dan mempercepat proses pemulihan setelah bencana yang melanda.

Artikel Terkait