Logo
Berita Olahraga

Kejuaraan Renang BINUS Cup XI di GBK Libatkan Ratusan Siswa SMA

Lebih dari 900 siswa dari 375 sekolah akan berpartisipasi dalam BINUS Cup XI Swimming Championship yang diadakan di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, pada 31 Oktober mendatang. Kejuaraan ini bertujuan unt...

C
Citra Erwana
16 October 2026 24 pembaca
BINUS Cup XI Swimming Championship. (Foto: Istimewa)
BINUS Cup XI Swimming Championship. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Sebanyak lebih dari 900 perenang yang berasal dari 375 sekolah akan berkompetisi dalam BINUS Cup XI Swimming Championship yang berlangsung di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta Pusat, pada hari Sabtu, 31 Oktober. Acara ini juga merupakan upaya untuk memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Menurut Sebastian Sudirman, seorang siswa kelas 11 SMA yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Lomba Renang BINUS Cup XI, kejuaraan ini diselenggarakan untuk memberikan wadah bagi pembibitan atlet renang muda antar sekolah serta untuk meningkatkan kesadaran dan minat anak-anak terhadap olahraga renang. "Kompetisi ini terbuka bagi siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai sekolah. Melalui kejuaraan ini peserta mendapat pengalaman bertanding resmi, kesempatan mengukur kemampuan diri, dan ruang untuk menjunjung sportivitas. Peserta paling muda dan yang baru pertama kali bertanding pun dapat merasakan berlomba di arena yang sama dengan atlet nasional," ungkap Sebastian dalam keterangan persnya.

Kelompok Umur dan Sistem Perlombaan

Sebastian menambahkan bahwa dalam kejuaraan ini, para perenang muda akan dibagi ke dalam beberapa kelompok umur, yaitu Kelompok Umur (KU): SD 1-3, SD 4-6, SMP 1-3, dan SMA 1-3. Nomor lomba yang akan dipertandingkan meliputi perlombaan perorangan dan estafet. Mereka akan bertanding di kolam renang sepanjang 25 meter (short course) dengan 10 lintasan, menggunakan sistem heat. "Pemenang akan mendapatkan medali Heat Winner untuk juara 1 setiap heat, penghargaan Event Winner untuk setiap nomor, dan sertifikat untuk seluruh peserta," jelasnya.

Tantangan dan Persiapan Kejuaraan

Sebastian mengungkapkan bahwa mengorganisir kejuaraan renang antar sekolah sebesar ini memerlukan usaha yang sangat besar. "Bagi saya, kenyataan ini tantangan. Saya bertanya pada diri sendiri, kenapa Jakarta tidak punya panggung renang antarsekolah yang terbuka untuk semua?" ujarnya. Ia juga mengakui bahwa banyak yang meragukan kemampuannya dan tim untuk menyelenggarakan kompetisi berskala besar ini.

Untuk mendapatkan dukungan, Sebastian dan timnya melakukan pendekatan kepada klub-klub renang, sekolah, dan para pendukung satu per satu. "Ada malam ketika tim bekerja hingga pukul 4 pagi demi menyelesaikan poster promosi, sementara seluruh panitia tetap membagi waktu dengan kewajiban sekolah," tambahnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua anggota panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini.

Diperkirakan, kejuaraan ini tidak hanya akan dihadiri oleh peserta renang, tetapi juga akan menarik perhatian sekitar 3.000 penonton. "Kami berharap dukungan dari semua pihak sehingga pelaksanaan lomba renang ini bisa berjalan sesuai rencana. Kejuaraan ini juga menjadi upaya pemecahan Rekor MURI untuk kategori 'Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari'," jelas Sebastian.

Ia menambahkan, "Kami ingin menunjukkan bahwa remaja mampu mewujudkan hal-hal besar ketika diberi kesempatan sekaligus menunjukkan bahwa siswa dapat berprestasi di bidang akademik dan non-akademik secara bersamaan." Sebastian menutup pernyataannya dengan harapan bahwa pada 31 Oktober nanti, ratusan anak dari berbagai sekolah dapat berenang di panggung yang sebelumnya hanya ada dalam imajinasinya.

Artikel Terkait