Logo
Berita Olahraga

Kejuaraan Renang Pelajar Binus Cup XI Siap Digelar di Jakarta

Lebih dari 900 perenang dari 375 sekolah akan berpartisipasi dalam Binus Cup XI Swimming Championship yang berlangsung di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, pada 31 Oktober 2026. Kejuaraan ini bertujuan un...

A
Atha Aziz
17 October 2026 18 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Ajang renang, Binus Cup XI Swimming Championship, akan berlangsung di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta Pusat, pada 31 Oktober 2026.(Dok. Binus Cup XI Swimming Championship)
Ajang renang, Binus Cup XI Swimming Championship, akan berlangsung di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta Pusat, pada 31 Oktober 2026.(Dok. Binus Cup XI Swimming Championship)

Kegiatan Binus Cup XI Swimming Championship akan diadakan di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta Pusat, pada 31 Oktober 2026, diikuti oleh lebih dari 900 perenang dari 375 sekolah. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh siswa SMA Binus School Simprug dan ditujukan untuk pelajar SD, SMP, dan SMA. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori "Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari".

Tujuan dan Manfaat Kejuaraan

Ketua panitia, Sebastian Sudirman, yang merupakan siswa kelas XI SMA Binus School Simprug, menjelaskan bahwa kejuaraan ini berfungsi sebagai sarana pembinaan bagi perenang muda antarsekolah serta untuk meningkatkan minat anak-anak terhadap olahraga renang. "Kompetisi ini terbuka bagi siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai sekolah. Melalui kejuaraan ini peserta mendapat pengalaman bertanding resmi, kesempatan mengukur kemampuan diri, dan ruang untuk menjunjung sportivitas," ungkap Sebastian. Ia menambahkan bahwa peserta termuda dan yang baru pertama kali bertanding dapat merasakan pengalaman berlomba di arena yang sama dengan atlet nasional.

Rincian Perlombaan dan Penghargaan

Peserta akan dibagi ke dalam kategori umur, yaitu SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, SMP kelas 1-3, dan SMA kelas 1-3. Perlombaan akan mencakup nomor perorangan dan estafet di kolam renang short course sepanjang 25 meter dengan 10 lintasan dan sistem heat. "Pemenang akan mendapatkan medali Heat Winner untuk juara 1 setiap heat, penghargaan Event Winner untuk setiap nomor, dan sertifikat untuk seluruh peserta," jelasnya.

Inspirasi di Balik Kejuaraan

Sebastian mengungkapkan bahwa ide untuk menyelenggarakan kejuaraan ini berawal dari pengalamannya sebagai atlet renang. Ia pernah bertanding di Singapura dan Malaysia serta meraih juara kedua di Jakarta Open Championship dan juara ketiga di KRAPDA. Ia menyadari bahwa kompetisi renang antarsekolah yang bergengsi, seperti IASAS (Interscholastic Association of Southeast Asia Schools), hanya dapat diikuti oleh beberapa sekolah internasional. Hal ini mendorongnya untuk menciptakan kompetisi yang terbuka bagi pelajar dari berbagai sekolah.

Ia juga mengakui bahwa persiapan untuk kejuaraan ini tidaklah mudah. Bersama timnya, Sebastian mengunjungi klub renang, sekolah, dan calon sponsor untuk menggalang dukungan. Di tengah persiapan, panitia harus membagi waktu dengan kewajiban sekolah. "Semua ini tidak akan terwujud tanpa panitia yang rela mengorbankan waktu dan tenaganya. Saya ingin berterima kasih kepada setiap anggota panitia," tuturnya.

Target Penonton dan Harapan Panitia

Panitia memperkirakan bahwa sekitar 3.000 penonton akan hadir untuk menyaksikan kejuaraan yang berlangsung satu hari tersebut. Hasil kegiatan akan diverifikasi langsung oleh pihak MURI pada hari pelaksanaan. "Kami berharap dukungan dari semua pihak sehingga pelaksanaan lomba renang ini bisa berjalan sesuai rencana. Kejuaraan ini juga menjadi upaya pemecahan Rekor MURI untuk kategori 'Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari'," ujar Sebastian.

Ia menambahkan, "Kami ingin menunjukkan bahwa remaja mampu mewujudkan hal-hal besar ketika diberi kesempatan sekaligus menunjukkan bahwa siswa dapat berprestasi di bidang akademik dan non-akademik secara bersamaan." Sebastian menutup dengan harapan bahwa pada 31 Oktober nanti, ratusan anak dari berbagai sekolah akan berenang di panggung yang dulu hanya mereka bayangkan.

Artikel Terkait