Jakarta - Kejuaraan 76 Ultimate Downhill 2026 akan memasuki putaran kedua yang dijadwalkan berlangsung di Arjuno Bike Park, Pasuruan, Jawa Timur, pada tanggal 16 hingga 18 Oktober 2026. Saat ini, posisi teratas klasemen Men Elite masih dipegang oleh Andy Prayoga dengan total 260 poin, meskipun ia hanya unggul 50 poin dari Agung Prio Apriliano yang berada di posisi kedua dan 60 poin dari Putra Ganda Arrozak di posisi ketiga.
Penyelenggaraan yang Diperbarui
Agnes C. Wuisan dari 76Rider, sebagai penyelenggara, menyatakan bahwa setelah seri pertama di Bukit Hijau Bike Park, Bantul Yogyakarta, pada bulan Mei lalu, sejumlah pembaruan dilakukan untuk meningkatkan kualitas ajang ini di Arjuno Bike Park. Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan teknik dan daya saing para atlet downhill nasional agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami terus mencoba melakukan penyegaran, baik dalam pemilihan lokasi maupun layout lintasan. Tujuannya supaya setiap rider terbiasa dan cepat beradaptasi dengan berbagai karakter lintasan. Ini krusial untuk meningkatkan kualitas dan daya saing mereka terutama di kejuaraan berlabel internasional. Pemilihan lokasi di Arjuno Bike Park, Pasuruan, juga diharapkan bisa menjadi magnet buat para penggemar dan pegiat downhill di Jawa Timur dan sekitarnya,” ungkap Agnes.
Perubahan Signifikan pada Lintasan
Di Arjuno Bike Park, salah satu peningkatan yang dilakukan adalah memperpanjang lintasan serta melakukan perubahan layout lintasan secara signifikan. Aditya Nugraha, Event Director 76 Ultimate Downhill, menjelaskan bahwa Arjuno Bike Park merupakan lokasi latihan favorit bagi para downhiller di Jawa Timur. Namun, lintasan untuk putaran kedua ini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan hingga mencapai 45 persen, dengan kombinasi antara rintangan alami dan buatan.
“76 Ultimate Downhill di Arjuno Bike Park merupakan pertama kalinya. Dari sisi infrastruktur lintasan dan venue juga sudah cukup baik. Di sini panjang lintasannya hampir 1.800 meter dan panjang itu cukup ideal dengan semangat kami untuk meningkatkan skill rider downhill di Indonesia. Jika dibandingkan tahun lalu rata-rata panjang lintasan hanya sekitar 1.500 meter, maka tahun ini sudah ada peningkatan yang cukup signifikan,” terang Aditya.
Kejuaraan ini tetap mempertahankan 10 kelas, dengan tiga kelas utama yang menjadi daya tarik, yaitu Men Elite, Women Elite, dan Junior. Kelas Men Youth dan Women Youth juga dipertahankan untuk mendukung pengembangan karier dan regenerasi atlet. Selain itu, kelas Men Master C, Men Master B, Men Master A, Men Sport A, dan Men Sport B juga disediakan sebagai ajang untuk menyalurkan hobi dan semangat berlomba, dengan harapan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam olahraga downhill.