Jakarta - Di bawah kepemimpinan Nualphan Lamsam, yang dikenal sebagai Madam Pang, Timnas Thailand terus mengalami kekalahan di final berbagai kompetisi. Dalam tujuh pertandingan final yang telah dijalani, tim ini belum berhasil meraih kemenangan. Baru-baru ini, Thailand kalah dari Indonesia dalam adu penalti 2-4 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Kekalahan Beruntun di Berbagai Ajang
Sejak Madam Pang menjabat sebagai presiden Asosiasi Sepakbola Thailand (FAT) pada tahun 2024, timnas telah mengalami tujuh kekalahan di final dari semua level kompetisi. Kekalahan beruntun terjadi di final Piala ASEAN melawan Vietnam pada tahun 2024 dan 2026, di mana pada tahun 2024 Thailand kalah dengan agregat 2-3, sementara pada tahun 2026 mereka kalah 2-4.
Selain itu, Thailand juga mengalami kekalahan dari Irak di final King's Cup 2025. Di tingkat U-23, mereka menyia-nyiakan keunggulan 2-0 dan kalah 2-3 dari Vietnam pada SEA Games ke-33 yang berlangsung di tanah air. Tim futsal putri juga tidak luput dari kekalahan, di mana mereka kalah di final Kejuaraan Asia Tenggara 2025 melawan Vietnam. Tim futsal putra dan putri juga mengalami kekalahan di SEA Games ke-33, termasuk kekalahan telak 1-6 yang dialami tim putra saat berhadapan dengan Indonesia. Selain itu, tim U-19 juga kalah di final melawan Indonesia pada tahun 2024 dan Australia pada tahun 2026.
Peningkatan Peringkat FIFA dan Pengaruh Global
Meskipun serangkaian kekalahan tersebut, Timnas Thailand di era Madam Pang menunjukkan peningkatan dalam peringkat FIFA, naik dari posisi ke-101 pada tahun 2024 menjadi posisi ke-93 saat ini. Pengaruh Madam Pang juga meluas ke kancah internasional, di mana ia kini menjabat sebagai ketua Komite Pengembangan FIFA. Dalam perannya, ia bertanggung jawab untuk mengoordinasikan program investasi serta memberikan dukungan finansial dan teknis kepada 211 asosiasi anggota FIFA di seluruh dunia.
Madam Pang juga dilaporkan mengeluarkan dana pribadi untuk mengatasi masalah hak siar di dalam negeri. Meskipun Tim Gajah Perang belum meraih trofi, dukungan terhadapnya tetap kuat. Ia menjabat sebagai ketua FAT untuk periode 2024-2028 dan menjadi wanita pertama yang memimpin federasi sepakbola di Asia. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai manajer Timnas Wanita Thailand di Piala Dunia Wanita 2015 dan 2019 serta manajer Timnas Putra Thailand dari 2021 hingga 2024.