Logo
Berita Olahraga

Kekalahan Jonatan Christie di Perempat Final Asian Games 2026

Jonatan Christie mengungkapkan bahwa penurunan stamina menjadi penyebab utama kekalahannya di perempat final bulu tangkis Asian Games 2026. Pebulu tangkis Indonesia ini harus mengakui keunggulan Loh K...

A
Atha Aziz
27 September 2026 27 pembaca
kompas.com Sumber: kompas.com
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie kala beraksi dalam partai perempat final nomor individu Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Minggu (27/9/2026).(Dok. PBSI)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie kala beraksi dalam partai perempat final nomor individu Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Minggu (27/9/2026).(Dok. PBSI)

KOMPAS.com - Jonatan Christie menyatakan bahwa penurunan stamina menjadi faktor yang mengakibatkan kekalahannya di perempat final bulu tangkis nomor perorangan Asian Games 2026. Setelah memberikan kontribusi emas bagi Indonesia di nomor beregu, Jonatan harus menghadapi kenyataan pahit di kelas perorangan. Pebulu tangkis yang saat ini menduduki peringkat satu dunia itu terhenti di babak delapan besar, setelah bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium melawan Loh Kean Yew dari Singapura.

Pada pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu, 27 September 2026, Jonatan Christie kalah dalam dua gim langsung dengan skor 14-21 dan 19-21. "Pertama selalu bersyukur apapun hasilnya. Tapi dibilang kecewa, sangat kecewa," ungkap Jonatan dalam pernyataannya yang diterima dari PBSI.

Waktu Pemulihan yang Terbatas

Jonatan Christie mengakui bahwa kondisi kebugarannya tidak optimal setelah menjalani serangkaian pertandingan di Asian Games 2026. Pada hari Sabtu, 26 September 2026, pebulu tangkis yang lahir di Jakarta ini harus bertanding dua kali untuk menyelesaikan fase 32 besar dan 16 besar. Dalam pertarungan yang melelahkan, Jonatan berhasil mengalahkan wakil Sri Lanka, Viren Nettasinghe, setelah bermain dalam tiga set. Setelah pertandingan yang berakhir larut malam, ia tidak memiliki cukup waktu untuk pemulihan, bahkan hanya sempat tidur sekitar 5,5 jam.

"Bukan karena mainnya juga tapi waktu recovery yang terbatas, tidak maksimal. Saya selesai bertanding jam 2 dini hari, perjalanan ke hotel 50 menit, lalu baru bisa tidur jam mungkin 3.30 dan sudah bangun jam 9," jelas Jonatan yang juga merupakan peraih medali emas Asian Games 2018.

Kesulitan Menghadapi Loh Kean Yew

Penurunan stamina membuat Jonatan Christie tidak dapat menunjukkan performa terbaiknya saat melawan Loh Kean Yew. "Badannya sebenarnya pas datang kesini masih seperti oke saja, hanya pas dipakai main power speed-nya sudah habis, dipakai sedikit langsung lemas," ujarnya. Rekor baik Jonatan saat menghadapi Loh Kean Yew pun harus ternoda, karena sebelumnya ia selalu menang dalam sepuluh pertemuan terakhir dengan rival tersebut.

Di pertandingan di Asian Games 2026 ini, Jonatan mengalami kekalahan pertama dalam pertemuannya dengan Loh Kean Yew. "Di gim kedua sudah coba memaksa, coba fight back lagi tapi menjelang akhir kembali drop tenaganya. Saya mengucapkan selamat untuk Loh Kean Yew," tutup Jonatan Christie.

Artikel Terkait