Logo
Raket

Kekalahan Mengejutkan Pearly-Thinaah di Japan Open 2026

Pearly Tan dan M Thinaah mengalami kekalahan mengejutkan di babak pertama Japan Open 2026, mengakhiri turnamen lebih cepat dari yang diharapkan. Hasil ini menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi p...

C
Citra Erwana
15 July 2026 21 pembaca
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:Thestar]
Pearly Tan-M Thinaah/[Foto:Thestar]

Pasangan ganda putri terbaik Malaysia, Pearly Tan dan M Thinaah, menghadapi tantangan berat saat mereka tersingkir di babak pertama Japan Open 2026 pada hari Selasa. Kekalahan ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena mereka merupakan pasangan peringkat 5 dunia. Mereka kalah dengan skor 9-21, 21-17, 21-17 dari pasangan Taiwan, Hsu Yin Hui dan Lin Jhih Yun, yang menempati peringkat 12 dunia, sehingga mengakhiri perjalanan mereka di turnamen Super 750 lebih cepat dari yang diperkirakan.

Kekalahan ini menjadi yang tercepat bagi Pearly dan Thinaah di turnamen sejak Kejuaraan Bulu Tangkis Asia pada bulan April tahun lalu. Hal ini juga terjadi tepat satu tahun setelah mereka mencapai final di Japan Open. Selama setahun terakhir, pasangan ini telah menunjukkan performa yang mengesankan, termasuk mencapai final Kejuaraan Dunia, serta meraih gelar di Indonesia Masters, Arctic Open, dan Kumamoto Masters. Mereka juga menjadi runner-up di Jepang dan mencapai semifinal di China Open serta All England. Namun, konsistensi mereka mulai dipertanyakan.

Performa yang Menurun

Sejak bulan April, hasil yang diraih Pearly dan Thinaah semakin kurang memuaskan. Mereka hanya mampu mencapai perempat final di Kejuaraan Asia dan Indonesia Open, serta tersingkir di babak kedua Singapore Open. Kekalahan di Tokyo ini mencerminkan bahwa pasangan ini masih berjuang untuk menemukan kembali konsistensi yang membawa mereka ke jalur sukses sebelumnya. Namun, statistik saja tidak cukup untuk menggambarkan keseluruhan situasi.

Pearly mengalami gangguan pada musim ini akibat cedera punggung yang memaksanya absen selama dua bulan. Cedera tersebut membuatnya melewatkan beberapa turnamen penting, termasuk Uber Cup, Thailand Open, dan Malaysia Masters. Meskipun ia menyatakan telah pulih, Pearly mengakui bahwa prioritasnya kini adalah menjaga kesehatan. "Untuk saat ini, kesehatan saya lebih penting. Saya hanya mencoba untuk mendapatkan kembali momentum saya, menghargai setiap pertandingan dan melakukan yang terbaik, baik kita menang atau kalah," ujarnya setelah pertandingan.

Kesulitan dalam Pertandingan

Saat ditanya mengenai dampak cedera terhadap pikirannya, Pearly mengungkapkan bahwa ia kini lebih berhati-hati. "Saya sudah pulih dengan baik dan semuanya baik-baik saja untuk saat ini. Tapi saya ingin bermain aman dulu karena saya tahu saya lebih rentan. Saya mengalami beberapa cedera akhir-akhir ini," katanya. Ia juga menambahkan bahwa timnya telah memberikan dukungan yang besar selama masa pemulihan.

Dalam pertandingan melawan pasangan Taiwan, Pearly merasa bahwa kekalahan mereka bukan disebabkan oleh taktik, melainkan kurangnya ketenangan. "Pada momen-momen krusial, kami terburu-buru menyelesaikan reli dan melakukan kesalahan yang seharusnya tidak kami lakukan. Kami tidak mampu memenangkan poin-poin penting dan itu membuat kami kalah dalam pertandingan," jelasnya. Thinaah juga mengakui bahwa lawan mereka pantas mendapatkan pujian karena berhasil meningkatkan permainan mereka setelah kalah di game pertama.

Kekalahan ini datang pada waktu yang kurang tepat, mengingat Pearly-Thinaah baru saja tergeser dari peringkat 2 dunia ke posisi 5 akibat tidak berhasil mempertahankan poin peringkat. Mereka kini bersiap menghadapi tantangan di China Open pekan depan, di mana tim Malaysia harus mempertahankan poin semifinal di Changzhou. Jika mereka kembali tersingkir lebih awal, hal ini dapat berpotensi mengurangi peringkat mereka lebih jauh menjelang Kejuaraan Dunia di New Delhi bulan depan, di mana mereka berusaha untuk setidaknya mengulangi pencapaian medali perak tahun lalu.

Artikel Terkait