Moses Itauma tiba di O2 Arena dengan harapan tinggi untuk meraih gelar dunia kelas berat dari Filip Hrgovic. Namun, petinju berusia 21 tahun asal Inggris itu harus meninggalkan arena dengan hasil yang mengecewakan setelah dihentikan oleh Hrgovic pada ronde kesembilan.
Sebelum pertarungan, Itauma dianggap sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di divisi kelas berat. Ia bahkan menunjukkan performa yang mengesankan pada awal pertarungan melawan Hrgovic, dengan kecepatan dan kombinasi pukulannya yang membuat lawannya kesulitan. Menurut Dave Allen, Itauma sempat unggul di beberapa ronde awal.
Perubahan Dinamika Pertarungan
Namun, keadaan mulai berubah ketika pertarungan memasuki paruh kedua. Itauma mulai kehilangan stamina setelah berjuang keras untuk menjatuhkan Hrgovic, yang dikenal memiliki daya tahan yang sangat baik. Hrgovic kemudian mengambil alih kendali pertandingan, memberikan tekanan yang semakin meningkat hingga Itauma kehabisan tenaga dan tidak mampu melanjutkan pada ronde kesembilan.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Itauma dalam karier profesionalnya dan sekaligus menjadikan Hrgovic sebagai juara dunia kelas berat pertama dari Kroasia. Dave Allen menilai kekalahan ini bisa menjadi ujian penting bagi mental dan perkembangan karier Moses Itauma. Dalam sebuah wawancara dengan talkSPORT Boxing, Allen menyatakan, “Dia terlihat seperti seorang anak di atas ring karena kurang pengalaman. Dia adalah talenta luar biasa. Dia mengalahkan Filip Hrgovic tujuh ronde berbanding satu. Tidak banyak petinju di dunia yang mampu melakukan itu.”
Refleksi dan Harapan Masa Depan
Namun, Allen juga memberikan peringatan mengenai dampak dari kekalahan tersebut. “Saya akan mengatakan satu hal, ini akan membutuhkan waktu untuk bisa bangkit. Saya pernah meninggalkan arena ini dengan tandu tujuh tahun lalu ketika menghadapi David Price dan setelah itu saya tidak pernah menjadi orang yang sama lagi. Saya juga tidak pernah menjadi petarung yang sama,” ungkapnya, merujuk pada kekalahan KO yang ia alami di O2 Arena pada 2019.
Pengalaman tersebut membuat Allen menyadari bahwa kekalahan berat bukan hanya sekadar angka dalam catatan rekor. Ada proses panjang yang harus dilalui oleh seorang petinju untuk kembali mendapatkan kepercayaan diri setelah mengalami kemunduran besar. Meskipun demikian, Itauma menunjukkan keinginan untuk segera bangkit. Setelah pertarungan itu, ia langsung menyatakan ingin menghadapi Hrgovic kembali dalam pertandingan ulang.
Namun, rencana tersebut mungkin tidak akan terwujud dalam waktu dekat, mengingat Hrgovic diperkirakan harus mempertahankan gelar IBF kelas berat melawan penantang wajib asal Kuba, Frank Sanchez. Bagi Moses Itauma, kekalahan ini kini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Tantangan selanjutnya bukan hanya kembali ke ring, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri setelah mengalami malam terberat dalam karier profesionalnya.