Moses Itauma harus menunda ambisinya untuk menjadi salah satu juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah setelah mengalami kekalahan dari Filip Hrgovic di The O2 Arena, London, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Dalam pertarungan tersebut, Itauma menunjukkan performa yang cukup meyakinkan di sebagian besar waktu. Ia bahkan berhasil menjatuhkan Hrgovic pada ronde kedua dan mampu mengontrol jalannya pertarungan hingga ronde-ronde berikutnya.
Namun, agresivitas yang ditunjukkan Itauma justru menjadi bumerang. Ia terlalu sering mengejar kemenangan melalui KO, sehingga menguras banyak energi. Memasuki ronde kedelapan dan kesembilan, stamina Itauma mulai menurun, sementara Hrgovic tetap mampu bertahan dan terus memberikan tekanan. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Hrgovic dengan melancarkan serangan bertubi-tubi pada ronde kesembilan, yang membuat wasit Howard Foster akhirnya menghentikan pertarungan. Dengan kemenangan ini, Hrgovic berhasil merebut gelar IBF kelas berat yang sebelumnya kosong setelah Oleksandr Usyk melepaskan sabuk tersebut. Kemenangan ini juga menjadikannya sebagai juara dunia kelas berat pertama dalam sejarah Kroasia.
Kekalahan Pertama dalam Karier Profesional
Bagi Itauma, kekalahan ini merupakan yang pertama dalam karier profesionalnya. Sebelumnya, ia memiliki rekor sempurna dengan 14 kemenangan dan dianggap sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di divisi kelas berat. Legenda tinju Inggris, Carl Froch, berpendapat bahwa kekalahan ini bisa menjadi pengalaman penting bagi perkembangan Itauma. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada kemungkinan luka psikologis yang harus dihadapi oleh petinju muda ini setelah mengalami kemunduran yang signifikan.
Pandangan Masa Depan untuk Itauma
“Saya yakin dia akan belajar dari kekalahan itu. Seberapa besar luka mental yang ditinggalkannya, kita akan melihatnya ke depan. Namun, pertarungan ini memang terlalu berat bagi Moses Itauma pada tahap kariernya saat ini,” ujar Froch. Meskipun demikian, Froch tetap optimis mengenai masa depan Itauma. “Mungkin dia sedikit terlalu cepat didorong ke level ini, tetapi dia sangat berbakat. Saya yakin dia akan kembali dan pada akhirnya menjadi juara dunia.” Pandangan ini sejalan dengan penilaian banyak pengamat yang masih melihat potensi besar dalam diri Moses Itauma. Hrgovic sendiri mengakui kualitas lawannya dan menilai Itauma memiliki kemampuan untuk menjadi petinju dominan jika mampu belajar dari pengalaman tersebut.
Sementara itu, Hrgovic kini harus menghadapi kewajiban untuk mempertahankan gelar IBF melawan Frank Sanchez. Sanchez sebelumnya telah menyetujui untuk menunggu agar pertarungan perebutan gelar antara Itauma dan Hrgovic dapat berlangsung, dengan kesepakatan bahwa pemenang wajib menghadapinya dalam pertahanan gelar berikutnya.