Conor Benn akan menjalani tantangan besar saat melawan Ryan Garcia dalam perebutan gelar WBC kelas welter pada hari Sabtu di T Mobile Arena, Las Vegas. Namun, persiapan Benn menjadi sorotan setelah sejumlah foto terbaru menunjukkan perubahan signifikan pada kondisi fisiknya.
Chris Algieri, mantan lawan Benn yang bertanding melawannya pada tahun 2021, menilai bahwa kondisi fisik Benn perlu diperhatikan. Algieri, yang juga memiliki latar belakang sebagai ahli nutrisi, memahami betul tantangan pengaturan berat badan dalam dunia tinju.
Benn memiliki catatan 25 kemenangan dan satu kekalahan, dengan 14 di antaranya diraih melalui KO. Pertarungan melawan Garcia akan menjadi penampilan pertamanya di kelas welter sejak April 2022, ketika ia mengalahkan Chris van Heerden pada ronde kedua. Namun, karier Benn sempat terhambat oleh masalah doping, di mana ia dinyatakan positif menggunakan clomifene pada Juli dan September 2022, menjelang pertarungan yang direncanakan melawan Chris Eubank Jr.
Kembalinya Conor Benn ke Arena Pertarungan
Setelah masalah tersebut, Benn kembali bertanding di Amerika Serikat dengan naik ke kelas welter super. Ia meraih kemenangan atas Rodolfo Orozco melalui keputusan dalam 10 ronde dan kemudian mengalahkan Peter Dobson pada tahun 2024. Pada tahun 2025, Benn dua kali melawan Eubank Jr di kelas menengah, di mana ia kalah dalam pertemuan pertama namun berhasil membalas pada pertandingan ulang. Pada April 2026, Benn menghadapi Regis Prograis dalam pertarungan dengan batas berat 150 pound dan menang melalui keputusan mutlak, meskipun penampilannya menuai kritik.
Kekhawatiran mengenai kondisi fisik Benn semakin meningkat setelah foto-foto terbaru dirinya beredar, di mana wajah dan tubuhnya terlihat jauh lebih kurus. Algieri mengungkapkan bahwa ia telah memperhatikan perubahan tersebut selama beberapa minggu terakhir. “Saya sudah mengatakan ini selama beberapa minggu. Conor selalu berlatih dengan sangat keras dan itu sudah kita lihat sepanjang kariernya. Dua bulan lalu dia juga berlatih keras untuk pertarungan ini dan saat itu tubuhnya sudah terlihat sedikit terlalu kurus. Sekarang kondisinya mulai semakin terlihat. Masih ada waktu sebelum pertandingan, tetapi foto seperti ini memang mengkhawatirkan,” jelas Algieri kepada BoxingScene.
Rencana Masa Depan Conor Benn
Conor Benn mengonfirmasi bahwa pertarungan melawan Garcia akan menjadi penampilan terakhirnya di kelas welter, dan ia membuka kemungkinan untuk naik ke kelas menengah atau kelas menengah super setelahnya. Algieri menilai keputusan tersebut menunjukkan betapa sulitnya Benn menurunkan berat badan. “Ketika seorang petinju sudah mengatakan beberapa minggu sebelum pertarungan bahwa ini akan menjadi kali terakhirnya di kelas tersebut, itu memberi tahu Anda banyak hal,” kata Algieri.
Algieri juga mengingat kembali komentar Eddie Hearn yang menyarankan Benn untuk naik ke kelas menengah, di mana ia dinilai tampil lebih baik saat menghadapi Eubank Jr. Meskipun Eubank juga tidak dalam kondisi terbaik, Algieri berpendapat bahwa Benn menunjukkan performa dan kondisi fisik yang lebih baik di kelas menengah.
Dengan pertarungan melawan Garcia yang menawarkan gelar dunia dan bayaran besar, Benn harus kembali menurunkan berat badan. Namun, Algieri memperingatkan bahwa proses penurunan berat badan yang tidak tepat bisa berdampak negatif pada kondisi fisik Benn. “Kesempatan mendapatkan gelar dan bayaran yang sangat besar memang ada. Tetapi pada akhirnya hal itu bisa kembali menghantuinya karena dari cara dia terlihat sekarang, situasinya cukup mengkhawatirkan,” tegas Algieri.
Meski ada masalah berat badan yang dihadapi Conor Benn, Algieri tetap menjagokan Ryan Garcia. Ia menekankan bahwa kemampuan Garcia tidak boleh dianggap remeh meskipun petinju tersebut dikenal luas melalui media sosial. “Bahkan tanpa mempertimbangkan masalah berat badan, saya sudah menjagokan Ryan. Banyak orang lupa bahwa Ryan bukan petinju yang tiba-tiba berasal dari YouTube. Dia memiliki pengalaman amatir yang sangat bagus dan sudah bertinju sejak lama,” ungkap Algieri.
Garcia, menurut Algieri, memiliki kemampuan untuk membaca celah dan melancarkan serangan saat melihat peluang, serta memiliki keunggulan fisik dalam hal ukuran tubuh, jangkauan, dan kekuatan yang cukup untuk bertarung di kelas welter. Terakhir, Garcia bertanding melawan Mario Barrios dan berhasil merebut gelar WBC kelas welter melalui kemenangan angka. Namun, kemenangan atas Devin Haney pada April 2024 kemudian berubah menjadi no contest setelah Garcia dinyatakan positif dalam dua tes terkait pertarungan tersebut. “Ketika dia benar-benar fokus, dia sangat berbahaya. Dia besar, jangkauan tinjunya panjang, kuat, dan merupakan petinju counter puncher alami. Kekuatannya masih cukup bagus. Jadi, kalau hanya melihat kemampuan tinju dan rekam jejaknya, saya tetap memilih Ryan untuk menang,” tutup Algieri.