Pada tanggal 29 September, Loh Kean Yew merayakan pencapaian bersejarahnya dengan meraih medali perak di cabang bulu tangkis pada Asian Games Aichi-Nagoya. Di sampingnya, terdapat sosok yang akrab, Kelvin Ho, pelatih yang mendampingi Loh saat ia memenangkan gelar juara dunia pada tahun 2021. Sejak kembali sebagai asisten kepala pelatih tunggal nasional pada bulan Maret, Ho telah membantu Loh mencapai dua final yang signifikan.
Keberhasilan pertama terjadi di Singapore Open pada bulan Mei, di mana Loh mencapai final pertamanya. Kemudian, ia mencatatkan prestasi terbaik bagi Singapura di Asian Games dengan meraih medali perak di nomor tunggal putra di Nagoya. Kelvin Ho, yang kini berusia 36 tahun, menyatakan, “Saya bangga dengan perjalanan yang telah kami lalui bersama dan bersyukur bahwa pekerjaan yang kami lakukan telah berkontribusi pada perkembangannya.”
Perubahan dan Tantangan
Namun, situasi dapat berubah dengan cepat. Pada akhir tahun 2024, Loh menghadapi tantangan ketika ia mengalami kekeringan gelar selama 833 hari setelah menjadi juara dunia. Dalam situasi tersebut, Ho ditunjuk kembali dari posisi kepala pelatih tunggal putra nasional untuk mengambil alih tim pelatihan nasional (NTS) karena Asosiasi Bulu Tangkis Singapura (SBA) berencana untuk merekrut pelatih tunggal putra dan putri secara terpisah. Meskipun ada kritik yang muncul, baik pelatih maupun pemain sepakat bahwa saat itu adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan dan mencari lingkungan baru.
Ho memandang perannya di NTS sebagai peluang untuk membina generasi penerus sekaligus mengembangkan keterampilannya sebagai pelatih. Ia menyatakan, “Terkadang, memberi ruang satu sama lain dan membiarkan pengalaman baru dapat bermanfaat bagi pemain maupun pelatih.”
Peran Pelatih dan Harapan di Masa Depan
Kim Ji-hyun, yang awalnya ditunjuk sebagai kepala pelatih tunggal putri nasional pada Januari 2025, juga mengambil alih tanggung jawab untuk para pemain tunggal putra karena SBA kesulitan menemukan kandidat yang sesuai. Ia mengungkapkan bahwa pelatih asing dapat membawa pengalaman dan perspektif yang berbeda, sementara pelatih lokal memiliki pemahaman mendalam tentang atlet dan lingkungan mereka. “Pada akhirnya, ini tentang menemukan kombinasi yang tepat untuk pemain pada tahap yang tepat dalam kariernya,” tambahnya.
Kemampuan Ho untuk memanfaatkan setiap situasi, meskipun awalnya tampak sulit, bukanlah hal baru baginya. Seperti Loh Kean Yew, Ho juga berhenti sekolah pada usia 17 tahun untuk fokus pada olahraga dan merupakan bagian dari tim SEA Games yang meraih medali perunggu pada tahun 2009.