Logo
Raket

Kemenangan Bersejarah Prancis di French Open 2026: Christo Popov dan Alex Lanier Menjadi Sorotan Utama

Prancis semakin mengukuhkan posisinya dalam dunia bulu tangkis setelah Christo Popov meraih gelar juara di French Open 2026, menjadikannya pemain tuan rumah pertama dalam delapan dekade terakhir yang...

D
Dhearatika Jaya
28 October 2026 4 pembaca
Alex Lanier-Christo Popov/[Foto:Badminton Prancis]
Alex Lanier-Christo Popov/[Foto:Badminton Prancis]

Prancis menunjukkan kebangkitan yang signifikan dalam bulu tangkis setelah Christo Popov mencatatkan kemenangan bersejarah di French Open 2026 pada hari Minggu. Kemenangan ini semakin memperkuat posisi negara Eropa tersebut di arena internasional. Popov, yang berusia 24 tahun, berhasil menjadi pemain tuan rumah pertama dalam 80 tahun terakhir yang meraih gelar tunggal putra dengan mengalahkan Moh Zaki Ubaidillah, petenis Indonesia yang menempati peringkat 28 dunia, dalam pertandingan final yang berlangsung di Arena Grand Paris dengan skor 21-11, 14-21, 21-13. Henri Pellizza adalah pemenang Prancis terakhir pada tahun 1946.

Komentar Popov Mengenai Kemenangannya

“Semua planet sejajar hari ini,” ungkap Popov kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia. “Saya tidak hanya bangga pada diri sendiri, tetapi juga karena seorang warga Prancis telah memenangkan French Open. Ini adalah salah satu kenangan terbaik dalam karier saya. Kemenangan pertama selalu yang terbaik.” Kemenangan ini tidak hanya berarti bagi Popov secara pribadi, tetapi juga menandai pencapaian penting bagi bulu tangkis Prancis secara keseluruhan, mengangkatnya ke peringkat 1 dunia.

Perjalanan Menuju Kesuksesan

Kemenangan bersejarah ini mengikuti kesuksesan Popov di World Tour Finals tahun lalu dan juga prestasi rekan senegaranya, Alex Lanier, yang meraih gelar juara dunia pada bulan Agustus. “Saya rasa saya sekarang adalah pemain yang lebih berpengalaman,” tambah Popov, yang dilatih oleh ayahnya, mantan pemain bulu tangkis Thomas Popov. “Hasil-hasil itu tidak datang begitu saja. Saya tidak mungkin bisa melakukannya tanpa tim yang saya miliki di sini dan juga para penonton.”

Dengan Christo Popov, saudaranya Toma yang berusia 28 tahun, dan Lanier yang berusia 21 tahun sebagai andalan, Prancis tampaknya berada dalam posisi yang baik untuk terus memperkuat pengaruhnya di kancah bulu tangkis internasional. Negara ini berpotensi untuk terus bersaing di olahraga yang selama ini didominasi oleh negara-negara Asia.

Artikel Terkait