Logo
Basket

Kemenangan Dramatis Indiana Fever dan Sejarah Baru untuk Boston serta Clark

Indiana Fever berhasil mengalahkan Chicago Sky dengan skor 114-106 melalui babak overtime dalam pertandingan WNBA. Aliyah Boston dan Caitlin Clark mencatatkan sejarah sebagai rekan setim pertama yang...

D
Dyah Entenopo
14 June 2026 17 pembaca
Duo Indiana Fever, Aliyah Boston (kanan) dan Caitlin Clark, menjadi pasangan setim pertama dalam sejarah WNBA yang sama-sama bukukan double-double dengan sedikitnya 30 poin dalam satu pertandingan. (Foto: AP)
Duo Indiana Fever, Aliyah Boston (kanan) dan Caitlin Clark, menjadi pasangan setim pertama dalam sejarah WNBA yang sama-sama bukukan double-double dengan sedikitnya 30 poin dalam satu pertandingan. (Foto: AP)

Indiana Fever meraih kemenangan yang mendebarkan dengan skor 114-106 atas Chicago Sky dalam pertandingan WNBA yang berlangsung pada Kamis malam (11/6) waktu setempat. Kemenangan ini tidak hanya penting bagi tim, tetapi juga menciptakan sejarah baru di liga.

Rekor Baru dalam WNBA

Aliyah Boston dan Caitlin Clark, dua pemain bintang Fever, mencatatkan prestasi luar biasa dengan masing-masing mencetak double-double dan minimal 30 poin dalam satu pertandingan. Boston menunjukkan performa yang mengesankan dengan mencetak 34 poin dan 12 rebound, sementara Clark menambahkan 32 poin dan 10 assist. Penampilan gemilang mereka menjadi kunci kemenangan Indiana Fever dan sekaligus menciptakan rekor baru dalam sejarah WNBA.

Menurut data dari ESPN Research, ini adalah pertandingan ketiga sepanjang karier Clark yang mencatatkan minimal 30 poin dan 10 assist, yang merupakan rekor terbanyak dalam sejarah liga. Bagi Boston, ini merupakan double-double 30 poin kedua dalam kariernya.

Drama di Akhir Pertandingan

Indiana Fever sebenarnya hampir memastikan kemenangan di waktu normal, dengan unggul 98-93 setelah Clark berhasil memasukkan dua lemparan bebas pada sisa waktu 18,9 detik. Namun, situasi berubah drastis ketika Indiana melakukan turnover saat melakukan inbound pass dengan waktu tersisa 5,1 detik. Kesalahan ini dimanfaatkan oleh Chicago, yang berhasil menyamakan kedudukan melalui tembakan tiga angka dari Skylar Diggins, sehingga memaksa pertandingan berlanjut ke babak overtime.

Di babak tambahan, Boston kembali menjadi penentu dengan membuka keunggulan Indiana lewat tembakan dari garis free throw, membawa Fever unggul 106-101. Kelsey Mitchell kemudian menambah poin dengan layup cepat, memperlebar selisih menjadi tujuh angka. Meskipun Chicago sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 109-106 melalui tembakan Sydney Taylor, Boston memastikan kemenangan Fever dengan dua lemparan bebas yang sukses ia masukkan. Chicago mengalami kesulitan dalam menjaga efektivitas serangan selama overtime, hanya mampu mencetak satu dari delapan percobaan tembakan lapangan di periode tambahan tersebut.

Selain Boston dan Clark, Mitchell juga berkontribusi dengan 19 poin untuk Indiana, sementara Lexie Hull menambahkan 11 poin. Indiana Fever tampil sangat baik dari garis free throw, berhasil memasukkan 23 lemparan pertama mereka sebelum gagal pada sisa 46 detik overtime. Clark sendiri mencatatkan kesempurnaan dengan 15 dari 15 lemparan bebas yang ia lakukan.

Di sisi lain, Sydney Taylor menjadi pencetak angka terbanyak untuk Chicago dengan 30 poin, diikuti oleh Skylar Diggins yang mencetak 21 poin. Jacy Sheldon, Azura Stevens, dan Kamilla Cardoso masing-masing menyumbang 10 poin. Taylor tampil sangat efektif pada tiga kuarter pertama dengan sembilan dari 10 percobaan tembakan yang berhasil, termasuk semua tembakan tiga poin yang ia lepaskan. Namun, Cardoso harus keluar lebih awal setelah melakukan foul out pada waktu normal dengan tersisa 3 menit 40 detik.

Indiana Fever sempat menguasai pertandingan dengan keunggulan hingga 19 poin pada babak pertama, tetapi Chicago berhasil bangkit dengan mencetak 14 poin berbanding 2 menjelang turun minum, sehingga memperkecil selisih menjadi 46-40. Momentum berbalik pada kuarter ketiga ketika Chicago membuka babak kedua dengan rentetan poin 16-7, berbalik unggul 54-53. Meskipun demikian, Indiana berhasil mengendalikan permainan di akhir laga dan memastikan kemenangan melalui babak overtime, sekaligus menciptakan catatan sejarah bagi Boston dan Clark.

Artikel Terkait