Indonesia menarik perhatian dunia dengan tawaran hadiah yang luar biasa, setara dengan "upah pekerja lokal selama 88 tahun," bagi atlet yang berhasil meraih medali emas. Pada 24 September, tim bulu tangkis putra Indonesia berhasil mewujudkan janji tersebut dengan mengalahkan Tiongkok 3-2 dalam final yang berlangsung di Gimnasium Kota Ichinomiya, Prefektur Aichi, Jepang. Ini merupakan medali emas pertama bagi Indonesia di turnamen ini setelah 28 tahun.
Pertandingan diawali dengan buruk bagi Indonesia, di mana Jonathan Christie yang bertanding di nomor tunggal pertama kalah dari Shi Yuqi dengan skor 0-2 (13-21, 18-21). Selanjutnya, di pertandingan ganda pertama, pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri juga mengalami kekalahan dengan skor 1-2 (20-22, 21-19, 14-21) melawan Liang Weikeng dan Wang Qiang. Dengan dua kekalahan tersebut, Indonesia seharusnya bisa meraih medali perak jika kalah satu pertandingan lagi, namun tim Indonesia mulai bangkit.
Kebangkitan Tim Indonesia
Kemenangan pertama Indonesia datang dari Alwi Farhan yang berhasil mengalahkan Li Shifeng dengan skor 2-1 (23-21, 15-21, 21-16), menjaga harapan tim tetap hidup. Kemudian, Leo Rolly Carnando dan Daniel Martin menyusul dengan kemenangan 2-0 (23-21, 21-10) atas He Chi-ting dan Liu Yi, sehingga kedudukan menjadi imbang 2-2.
Pertandingan penentu di nomor tunggal ketiga diwarnai oleh penampilan gemilang Moh Zaki Ubaidillah, yang lahir pada tahun 2007, yang berhasil mengalahkan Wong Hong-yang dengan skor 2-0 (23-21, 21-13). Kemenangan ini tidak hanya memberikan medali emas yang sangat berarti bagi Indonesia, tetapi juga menjadi kemenangan pertama tim putra di Asian Games setelah 28 tahun, sejak terakhir kali meraihnya di Bangkok pada tahun 1998.
Hadiah Menarik untuk Para Pemenang
Seiring dengan pencapaian luar biasa ini, hadiah uang yang dijanjikan juga menjadi sorotan. Pada upacara pelepasan delegasi Asian Games yang berlangsung pada tanggal 9, Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan bahwa para peraih medali emas akan mendapatkan hadiah uang sebesar 3 miliar rupiah, yang setara dengan sekitar 230 juta KRW. Janji ini semakin menambah semangat para atlet untuk berjuang di arena internasional.