Pelatih tim Indiana Fever, Stephanie White, kembali menanggapi isu mengenai adanya ketidakcocokan di dalam timnya setelah berhasil mengalahkan Connecticut Sun dengan skor 85-75 dalam pertandingan WNBA yang berlangsung di Uncasville, Connecticut, pada hari Sabtu (13/6). White menegaskan bahwa berbagai spekulasi yang beredar tidak berdasarkan sumber yang dapat dipercaya.
Isu mengenai kondisi internal tim Indiana Fever kembali mencuat dalam konferensi pers setelah pertandingan. Baik White maupun bintang tim, Caitlin Clark, diminta untuk memberikan komentar mengenai rumor tersebut. Clark menyatakan, "Saya rasa itu hanya spekulasi. Pendapat orang. Saya tidak tahu apakah itu benar-benar sebuah laporan."
White kemudian menambahkan bahwa informasi yang beredar lebih banyak berasal dari media sosial ketimbang laporan jurnalistik yang kredibel. Ia menegaskan, "Saya rasa itu bukan jurnalisme. Kalau kita terus menganggap unggahan penggemar di media sosial atau akun-akun otomatis sebagai berita, itu menjadi masalah. Sumber berita yang sah seharusnya hanya melaporkan informasi yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan."
Tren Positif Tim di Tengah Kontroversi
Di tengah berbagai isu yang muncul di luar lapangan, performa tim Fever justru menunjukkan perkembangan yang positif. Setelah sempat memiliki rekor 4-4 pada akhir Mei, Indiana kini berhasil meraih tiga kemenangan berturut-turut dan memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir. Fever juga mencatatkan rekor 4-1 di ajang Commissioner's Cup, sehingga mereka masih berpeluang untuk mempertahankan gelar turnamen tengah musim tersebut.
Caitlin Clark menjadi pilar utama permainan Indiana dengan mencetak 25 poin dan lima assist. Penampilan tersebut menjadikannya telah mencatatkan 14 kali mencetak setidaknya 25 poin dan lima assist sepanjang kariernya di WNBA. Catatan ini menyamai rekor yang dimiliki oleh Cynthia Cooper sebagai pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak dengan statistik tersebut dalam tiga musim pertama kariernya. Selain itu, ini juga merupakan kali ketiga Clark mencetak minimal 25 poin dalam dua pertandingan berturut-turut dalam kariernya di WNBA.
Insiden di Kuarter Keempat
Pertandingan tersebut tidak lepas dari insiden yang terjadi pada kuarter keempat. Saat Indiana unggul tiga poin dengan waktu tersisa dua setengah menit, tim Fever dikenakan technical foul akibat delay of game setelah Clark mencoba mengambil bola dan tanpa sengaja menendangnya hingga mengenai meja pencatat skor. Clark mengungkapkan, "Saya tidak mengerti keputusan delay of game itu. Rasanya wasit Tyler Mirkovich ingin terlalu ikut menjadi bagian dari pertandingan. Menurut saya keputusan itu tidak perlu diambil pada momen tersebut."
Beberapa saat kemudian, Clark kembali mendapatkan technical foul saat pertandingan menyisakan 22,2 detik. Mengenai insiden tersebut, ia mengakui bahwa dirinya memang pantas menerima hukuman itu, namun merasa tindakan yang dilakukannya sepadan. Indiana Fever sempat unggul 11 poin menjelang akhir babak pertama sebelum Connecticut Sun berhasil memangkas ketertinggalan. Sophie Cunningham menjadi penentu kemenangan dengan mencetak seluruh 11 poinnya pada kuarter keempat.
Dari sisi pertahanan, Fever kembali menunjukkan performa yang solid. Musim ini, mereka selalu meraih kemenangan dalam enam pertandingan ketika mampu menahan lawan mencetak kurang dari 80 poin. Sebaliknya, Indiana hanya meraih dua kemenangan dari tujuh laga ketika kebobolan sedikitnya 80 poin. Di sisi lain, Connecticut Sun semakin terpuruk setelah mengalami kekalahan ke-13 dari 15 pertandingan musim ini, dengan Olivia Nelson-Ododa menjadi pencetak angka terbanyak bagi Sun dengan 12 poin.