Logo
Berita Olahraga

Kemenpora Jalin Kerja Sama Strategis dengan Australia untuk Pembinaan Atlet Muda

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memperkuat kerja sama dengan Australia dalam bidang kepemudaan dan olahraga, dengan fokus pada pembinaan atlet muda dan program pertukaran pemuda.

S
Surya Kirana
12 August 2026 38 pembaca
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hari Selasa (11/8) siang menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier dan rombongan di Media Center, Kemenpora, Jakarta. (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir hari Selasa (11/8) siang menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier dan rombongan di Media Center, Kemenpora, Jakarta. (foto:Andre/kemenpora.go.id)

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus meningkatkan hubungan bilateral dengan Australia di sektor kepemudaan dan olahraga. Hal ini terlihat saat Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menerima Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, beserta rombongan di Media Center Kemenpora, Jakarta, pada hari Selasa, 11 Agustus.

Pada pertemuan tersebut, Menpora Erick membahas penguatan kerja sama di bidang olahraga dan kepemudaan. Fokus utama dari diskusi ini adalah pengembangan jalur pembinaan atlet muda yang berkelanjutan serta keberlanjutan program pertukaran pemuda antara kedua negara. Kemenpora menegaskan bahwa pembinaan atlet usia muda merupakan prioritas utama Indonesia, yang mencakup segala aspek dari tingkat akar rumput, identifikasi bakat, hingga pencapaian prestasi di tingkat elit. Indonesia sangat menghargai pengalaman dan rekam jejak Australia dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berbasis ilmu pengetahuan.

Peluang Kolaborasi dalam Pembinaan Atlet

"Australia merupakan mitra penting bagi Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk memperluas kolaborasi, khususnya dalam identifikasi bakat, pelatihan pelatih, tata kelola fasilitas olahraga, hingga penerapan sport science dan kedokteran olahraga," ungkap Menpora Erick.

Sebagai langkah konkret, Kemenpora mengusulkan pembentukan proyek percontohan yang berfokus pada pembinaan atlet muda. Ini termasuk program pertukaran atlet, pusat pelatihan bersama, serta magang singkat bagi pelatih dan administrator olahraga. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi teknis dan membuka peluang dual career (pendidikan dan karir) bagi atlet muda melalui akses Beasiswa Australia Awards (AAS).

Diskusi Mengenai Program Pertukaran Pemuda

Selain membahas olahraga, pertemuan ini juga membahas finalisasi Kesepakatan terkait Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP). Program pertukaran pemuda yang telah ada sejak 1982 ini kini sedang dalam tahap peninjauan akhir oleh Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, sebelum memasuki tahap penandatanganan resmi oleh Plt. Deputi Bidang Pelayanan Pemuda Kemenpora, Hendro Wickaksono.

Dalam diskusi mengenai pelaksanaan AIYEP 2026, kedua pihak mencari solusi dan pendekatan kreatif untuk desain program di tengah tantangan penyesuaian anggaran. Meskipun ada keterbatasan dana operasional untuk fase fisik tahun ini, Kemenpora dan Kedutaan Besar Australia tetap berkomitmen untuk berkonsultasi demi menjaga hubungan antarmasyarakat antara kedua negara.

Pada saat yang sama, Kemenpora juga mempersiapkan rangkaian kegiatan kepemudaan berskala nasional yang akan berlangsung pada Oktober 2026. Agenda tersebut mencakup Wirasena Youth Camp yang akan diadakan dari 21 hingga 31 Oktober 2026 dengan melibatkan 168 peserta, Indonesia Youth Summit pada 28-29 Oktober 2026 yang akan dihadiri oleh 5.000 pemuda, serta National Debate Competition pada 29-30 Oktober 2026 dengan 100 peserta.

Melalui kemitraan strategis ini, Indonesia berkomitmen untuk menjalin hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan Australia, guna menciptakan generasi muda dan atlet yang berdaya saing global.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait