Logo
Berita Olahraga

Kemenpora Sukses Selenggarakan Program Pelatihan Olahraga Disabilitas di 16 Daerah

Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menyelesaikan program Training of Trainers (ToT) untuk penggerak olahraga disabilitas di 16 lokasi, melibatkan lebih dari 2.000 peserta.

D
Dharma Kusuma
09 October 2026 22 pembaca
Kemenpora RI melalui Kedeputian Bidang Pembudayaan Olahraga menuntaskan program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA di 16 titik pelaksanaan sepanjang 2026.(dok.Gilang/Kemenpora)
Kemenpora RI melalui Kedeputian Bidang Pembudayaan Olahraga menuntaskan program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA di 16 titik pelaksanaan sepanjang 2026.(dok.Gilang/Kemenpora)

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) melalui Kedeputian Bidang Pembudayaan Olahraga telah menyelesaikan program Training of Trainers (ToT) untuk penggerak olahraga disabilitas dengan nama BERDAYA di 16 lokasi sepanjang tahun 2026. Program yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga disabilitas berbasis komunitas ini berhasil melampaui target, dengan 2.042 peserta yang mengikuti ToT, melebihi target awal yang ditetapkan sebanyak 2.000 penggerak.

ToT BERDAYA dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Majalengka, Bandung, Semarang, Mojokerto, Tangerang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cilacap, Kota Kediri, Kabupaten Garut, Yogyakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pati, Kabupaten Klaten, dan DKI Jakarta. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan peserta, tetapi juga dirancang untuk menciptakan efek berlipat, di mana para penggerak yang telah mendapatkan pelatihan dapat melatih dan memberdayakan masyarakat disabilitas di daerah masing-masing.

Dampak Positif Program

Dalam laporan program, tercatat bahwa 9.329 masyarakat disabilitas telah menerima pelatihan sebagai hasil dari program ToT ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa proses transformasi dari peserta pelatihan menjadi penggerak di komunitas telah dimulai. Materi yang diajarkan dalam ToT mencakup berbagai topik seperti olahraga adaptif dan para sport, klasifikasi para sport, metodologi pelatihan disabilitas, pemberdayaan olahraga BERDAYA, identifikasi bakat atlet disabilitas, praktikum olahraga adaptif, serta uji kompetensi.

Peserta tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan untuk menerapkannya di lapangan. Proses pelatihan mencakup kehadiran, penyampaian materi, praktik, diskusi, simulasi, hingga microteaching. Setelah itu, peserta diarahkan untuk melakukan aktualisasi melalui kegiatan olahraga bagi penyandang disabilitas, aktivasi komunitas, serta pelatihan dan pembinaan calon atlet.

Sertifikasi dan Evaluasi Kualitas

Untuk menjamin kualitas peserta, program BERDAYA menyediakan beberapa skema sertifikasi. Peserta yang mengikuti ToT sesuai dengan ketentuan akan mendapatkan sertifikat peserta, sedangkan mereka yang memenuhi hasil asesmen dapat memperoleh Sertifikat Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas. Selain itu, program ini juga memberikan sertifikat bagi trainer atau narasumber penggerak olahraga disabilitas di daerah.

Kemenpora juga melakukan evaluasi terhadap aktualisasi para penggerak berdasarkan kualitas kegiatan, jumlah dan keberagaman peserta penyandang disabilitas, keterlibatan pemangku kepentingan, inovasi olahraga adaptif, dokumentasi dan pelaporan, serta potensi keberlanjutan kegiatan. Melalui program BERDAYA, Kemenpora berupaya memastikan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat yang lebih luas, dengan harapan peserta dapat menjadi penggerak baru yang melatih masyarakat lainnya, sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang mendapatkan kesempatan untuk berolahraga.

Program ini, yang dikelola oleh Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kemenpora, merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga disabilitas yang inklusif, dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memperluas akses olahraga hingga ke tingkat komunitas.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait