Kejuaraan Nasional Rally 2026 di Banjarbaru berlangsung dengan sangat kompetitif. Salah satu pereli, Rudy SL, bersama co-driver Adi Wibowo, mengalami momen sulit ketika mobil mereka tiba-tiba mengalami kerusakan. Dalam Kelas RC2, Rudy dan Adi, yang mengemudikan Citroen C3 R5, merasakan ketatnya persaingan, terutama melawan rival yang menggunakan mobil rally dengan homologasi FIA Rally2.
Setelah melewati empat Special Stage (SS) pada putaran pertama, Rudy SL mengalami nasib sial. Pereli yang juga dikenal sebagai pebalap touring ini harus mengubur harapan untuk melanjutkan balapan akibat kendala teknis yang serius pada mobilnya. "Jadi pada saat mau masuk ke service, mobil tidak bisa dihidupkan. Pada saat distarter, sempat hidup dan kemudian mobil tiba-tiba mati dan tidak bisa dihidupkan kembali. Kami belum tahu ada masalah apa di mobil tersebut," ungkap Rudy SL mengenai situasi yang dihadapinya.
Usaha Memperbaiki Mobil
Dalam kondisi mobil yang tidak dapat dinyalakan menuju Time Control (TC), Adi Wibowo selaku co-driver segera mengambil tindakan dengan mendorong mobil agar terhindar dari penalti waktu sesuai regulasi yang berlaku. Namun, setelah tim melakukan perbaikan, mobil tetap tidak menunjukkan perbaikan meskipun telah mengganti 25 komponen. Tim engineer mengalami kesulitan dalam mendiagnosis kerusakan karena sistem ECU yang tidak dapat diakses.
Rudy SL menyatakan, "Sejujurnya saya sangat menyayangkan kami tidak bisa memperbaiki kerusakan tersebut. Setelah berkoordinasi dengan tim engineer dari Sport and You yang men-develop mobil ini, mereka memang sedang berhalangan hadir karena waktunya berbenturan dengan jadwal WRC Portugal." Meskipun demikian, Rudy SL memastikan bahwa tim engineer dari Sport and You akan datang ke Indonesia untuk melakukan perbaikan sistem pada Citroen C3 R5 miliknya.
Harapan untuk Putaran Berikutnya
Rudy berharap kedatangan tim engineer dapat memberikan solusi menjelang putaran berikutnya. "Kami telah berkomitmen untuk mengatasi masalah ini. Tim engineer nantinya akan datang ke Indonesia, dan saat ini kami masih berkoordinasi untuk menyesuaikan jadwal mereka untuk bisa mengecek sistem mobil tersebut," tutup Rudy SL.