Austin - Harapan Sean Gelael dan tim WRT 32 untuk meraih podium di Lone Star Le Mans 2026 harus pupus akibat masalah teknis yang mereka alami. Setelah berhasil meraih posisi start ketujuh di kualifikasi kelas LMGT3, tim ini tampil percaya diri saat menghadapi balapan di Circuit of the Americas (COTA) pada Senin (7/9) dini hari WIB. Posisi mereka bahkan naik satu tempat setelah AF Corse 21 mendapatkan penalti.
Dalam balapan yang berlangsung di trek basah, Darren Leung yang menjadi pembalap awal langsung melesat ke posisi keenam dari urutan keempat saat start. Leung sempat naik ke posisi kedua, namun persaingan yang ketat membuatnya terjebak di posisi keempat. Secara tiba-tiba, Leung mulai mundur dari posisi keempat ke keenam dan ketujuh, hingga akhirnya harus masuk pit karena terdeteksi masalah teknis.
Ternyata, masalah tersebut berasal dari as-roda mobil BMW M4 GT3 yang dikendarainya, sehingga harus diganti. Proses penggantian memakan waktu cukup lama, yaitu 25 menit, sebelum Sean mengambil alih balapan dari Leung. Namun, Sean tidak bisa banyak berbuat karena tim WRT 32 sudah tertinggal 10 lap dari mobil terdepan di kelas LMGT3.
Perjuangan hingga Finish
Meskipun demikian, Sean, Leung, dan Augusto Farfus tetap berjuang hingga menyelesaikan balapan di posisi ke-16. Hasil ini tentunya jauh dari yang diharapkan, tetapi mereka telah memberikan usaha maksimal. "Bukan hasil yang kami inginkan. Tapi, ya, balapan memang terkadang seperti ini," ungkap Sean dalam rilisnya.
Drama di Lone Star Le Mans
Balapan Lone Star Le Mans atau 6 Hours of COTA diwarnai dengan banyak drama sejak awal. Safety Car (SC) dan Full Course Yellow (FCY) harus diterapkan beberapa kali untuk menetralkan lomba. Kelas LMGT3 berhasil dimenangkan oleh tim Heart of Racing Team #27. Sementara itu, Ferrari akhirnya meraih kemenangan perdana di kelas Hypercar tahun ini dengan mobil nomor 50.
Putaran kelima FIA WEC 2026 dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Fuji, Jepang, pada 27 September.