Kenny Atkinson, yang menjabat sebagai pelatih Cleveland Cavaliers, akhirnya memberikan penjelasan terkait keputusan timeout yang menuai kontroversi. Keputusan tersebut dianggap berperan dalam kegagalan timnya untuk mempertahankan keunggulan besar saat melawan New York Knicks. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa (29/5) di Madison Square Garden itu berakhir dengan Knicks berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Cavaliers dengan skor 115-104 setelah tambahan waktu.
Cavaliers sebenarnya memiliki peluang yang sangat baik untuk meraih kemenangan di Gim 1 Final Wilayah Timur 2026. Tim ini sempat memimpin dengan selisih 22 poin ketika waktu normal tersisa tujuh menit. Namun, Knicks mampu memangkas defisit dalam waktu lima menit berikutnya dan memaksa pertandingan untuk dilanjutkan ke babak overtime.
Kritik Terhadap Keputusan Timeout
Atkinson menerima kritik tajam karena hanya menggunakan satu timeout saat Knicks melakukan serangan 30-8 di kuarter keempat. Momentum Knicks berlanjut di overtime dengan mereka mencetak 14-2. Kemenangan ini tercatat sebagai salah satu comeback terbesar dalam sejarah playoff NBA, dengan Knicks menutup pertandingan dengan laju 44-11 sejak pertengahan kuarter keempat hingga akhir laga.
Atkinson menjelaskan bahwa ia memilih untuk menyimpan timeout untuk situasi yang lebih mendesak. Pelatih berusia 58 tahun ini merasa bahwa ia masih dapat mengendalikan momentum permainan tanpa harus menghentikan laga terlalu cepat. "Saya memang menahan untuk tidak mengambil timeout. Saya tidak ingin hanya memiliki satu timeout di akhir pertandingan saat selisih satu atau dua poin. Saya mencoba untuk menahannya," ungkap Atkinson.
Reaksi Negatif dari Analis NBA
Ketika Knicks melakukan reli dahsyat 18-1, Atkinson hanya memanggil satu timeout ketika waktu normal tersisa tiga menit, saat itu Knicks sudah memperkecil defisit menjadi 89-94. Ia membiarkan timnya berjuang hingga menit-menit akhir, di mana Knicks berhasil memaksa overtime dengan kedudukan imbang 101-101. Keputusan ini mendapat tanggapan negatif dari banyak analis NBA, termasuk Charles Barkley dan Shaquille O’Neal, yang menilai Cavaliers kehilangan arah saat Knicks mulai bangkit. Keputusan untuk tetap mempertahankan James Harden meskipun kesulitan menghentikan performa Jalen Brunson juga dipertanyakan.
Atkinson menambahkan, "Satu-satunya penyesalan saya, dan ini bisa terjadi ketika Anda kelelahan, saya rasa permainan kami tiba-tiba berhenti. Kami mengoper bola ke mana-mana, pergerakan bola yang bagus, dan kemudian permainan menjadi sedikit stagnan."
Dengan hasil ini, Cavaliers kini tertinggal 1-0 di Final Wilayah Timur 2026. Pertandingan berikutnya, Gim 2, akan dilaksanakan pada Kamis (21/5) di New York. Cavaliers dikenal sebagai tim yang sering bermain hingga tujuh gim, karena sepanjang Playoff NBA 2026, mereka selalu berhasil meraih kemenangan hingga Gim 7.