Alcaniz - Setelah mengalami penurunan performa di Silverstone, Marc Marquez melihat MotoGP Aragon 2026 sebagai peluang untuk bangkit kembali. Ia merasa percaya diri bisa bersaing di balapan ini.
Pebalap dari tim Ducati tersebut tidak mampu menandingi para pembalap Aprilia di MotoGP Inggris yang berlangsung tiga pekan lalu. Marquez memulai balapan dari posisi keenam, namun hanya mampu menyelesaikan balapan pendek di posisi kesembilan dan grand prix di posisi ketujuh.
Pada balapan utama, Marquez tertinggal 9,5 detik dari Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) yang berhasil meraih kemenangan. Hasil ini menyamai catatan terburuknya di musim 2026, setelah sebelumnya juga finis ketujuh di Mugello.
Optimisme Menjelang Aragon
Meski hasil di Silverstone kurang memuaskan, Marquez tetap optimis menghadapi MotoGP Aragon 2026 yang akan berlangsung akhir pekan ini. Ia memiliki rekor yang sangat baik di trek ini, dengan tujuh kemenangan di kelas utama, termasuk dua kemenangan berturut-turut dalam dua edisi terakhir.
Marquez bertekad untuk mencatat hat-trick kemenangan keduanya setelah sebelumnya meraih empat kemenangan berturut-turut antara tahun 2016 hingga 2019. "Di Aragon, aku telah memperoleh banyak sekali kesuksesan di masa lalu, terutama di beberapa tahun terakhir menunggangi Ducati," ungkap Marquez.
Persiapan dan Harapan
Ia menambahkan, "Ini adalah trek yang memaksimalkan karakteristik yang kupunya dan kemampuan berkendara motor kami." Menjelang balapan, Marquez merasa bahwa dengan waktu pemulihan tambahan selama dua pekan, ia dan timnya akan lebih kompetitif dan dapat bersaing untuk posisi-posisi penting baik di Sprint maupun di balapan utama pada hari Minggu.
Dengan semangat dan persiapan yang matang, Marquez berharap dapat mengubah nasibnya di Aragon dan kembali ke jalur kemenangan.