Logo
Sepakbola

Kesempatan Kedua: Program Pelatihan Sepakbola di Indonesia

Program baru dalam dunia sepakbola Indonesia, Second Chance, telah diluncurkan untuk memberikan kesempatan kepada pemain non-profesional dari berbagai daerah. Program ini menggabungkan pelatihan profe...

B
Bayu Biru
18 May 2026 13 pembaca
Kesempatan Kedua: Program Pelatihan Sepakbola di Indonesia
Momen Second Chance di Bekasi. (Foto: dok. Second Chance 2026)

Jakarta - Indonesia kini memiliki program baru di bidang sepakbola yang bernama Second Chance. Program ini merupakan sebuah soccer camp profesional yang telah dimulai sejak bulan Maret dan dapat disaksikan melalui saluran YouTube Cuwitan62. Second Chance tidak hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga melibatkan 50 pemain non-profesional dari sepuluh daerah di Indonesia, termasuk Bekasi, Jambi, Makassar, Jayapura, Kediri, Bandung, Ambon, Labuan Bajo, Sidoarjo, dan Samarinda.

Pelatihan dengan Pendekatan Baru

Second Chance menawarkan konsep soccer camp yang inovatif dengan menggabungkan standar pelatihan sepakbola profesional dan unsur hiburan. Tujuannya adalah agar para pemain dapat tetap fokus dan berkonsentrasi tinggi sambil menikmati proses latihan. Mereka diberikan kesempatan langka untuk menunjukkan kemampuan di hadapan legenda sepakbola dunia, dalam suasana kompetitif yang menyerupai sepakbola profesional.

Mentor Berpengalaman dan Proses yang Otentik

Di antara nama-nama terkenal yang terlibat dalam program ini adalah Ahmad Bustomi, legenda Timnas Indonesia dan Arema FC, serta pelatih legendaris Malaysia Raja Isa dan Fabio Oliveira dari Brasil. Dyota Pratyaksa, Project Lead Cuwitan Digital, menyatakan, "Second Chance adalah bukti nyata bahwa bakat tidak mengenal asal daerah, latar belakang, atau perjalanan hidup yang berliku." Apa yang membedakan Second Chance dari program serupa adalah pendekatannya yang jujur dan autentik. Program ini tidak hanya menampilkan momen kemenangan, tetapi juga merekam seluruh proses, perjuangan, serta transformasi peserta, mulai dari tahap seleksi hingga sesi latihan intensif bersama mentor yang berpengalaman.

Dyota menambahkan, "Di sini, lapangan hijau menjadi tempat di mana mimpi yang sempat tertunda mendapat nafas baru - di bawah sorotan kamera, di hadapan dunia, dengan standar profesional yang sesungguhnya."

Artikel Terkait