Dominasi Marc Marquez dalam ajang MotoGP tampaknya tidak hanya berdampak pada persaingan di lintasan balap, tetapi juga menciptakan ketegangan di antara para pembalap. Menurut Mat Oxley, seorang jurnalis senior, beberapa rider mulai menunjukkan ketidaknyamanan ketika nama Marquez terlalu sering diangkat dalam percakapan.
Marquez kembali menjadi sorotan di paddock MotoGP, meskipun ia tidak berada di atas motornya. Keberadaan pembalap Ducati tersebut disebut-sebut membuat beberapa rival merasa tidak nyaman setiap kali namanya dibahas. Oxley berpendapat bahwa situasi ini berkaitan dengan ego para pembalap, di mana beberapa dari mereka tampak ingin agar diskusi tentang Marquez segera dihentikan.
Reaksi Pembalap Terhadap Nama Marquez
Pernyataan tersebut disampaikan dalam podcast Oxley Bom yang dipandu oleh Peter Bom. Dalam kesempatan itu, Bom mengungkapkan bahwa beberapa pembalap Honda dan rekan setim Marquez di Ducati sering menerima instruksi dari teknisi untuk meniru gaya berkendara juara dunia tersebut. "Saya pernah berbicara dengan satu atau dua pembalap yang benar-benar sudah tidak tahan mendengar kalimat itu lagi!" ungkap Bom.
Oxley kemudian menjelaskan reaksi para pembalap ketika nama Marquez muncul dalam pembicaraan. "Ini secara umum terjadi pada pembalap lain, ada yang lebih merasakannya dibanding yang lain. Ini soal ego, bahkan jika mereka tidak membela Honda atau mengendarai motor yang sama," jelas Oxley. "Ketika Anda berbicara dengan mereka dan menyebut Marc lebih dari sekali, Anda bisa melihat ekspresi mereka seperti berkata, 'Berhenti membicarakan Marc!'" tambahnya.
Pengaruh Marquez di Lintasan Balap
Menurut Oxley, Marquez memiliki pengaruh yang signifikan terhadap mental para pesaingnya. Dengan pengalaman, prestasi, dan kecepatannya, pembalap berusia 33 tahun itu tetap menjadi acuan di grid. "Orang itu ada di kepala mereka. Tentu saja dia ada di sana, dia adalah yang terbaik di antara mereka," kata Oxley.
Statistik juga menunjukkan alasan mengapa Marquez terus menjadi topik perbincangan. Ia telah meraih tujuh gelar juara dunia di kelas utama, jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan total gelar yang dimiliki semua pembalap lain di grid saat ini. Marquez juga menunjukkan konsistensi yang luar biasa dengan Ducati, meskipun sempat mengalami masalah kebugaran di awal musim, ia berhasil memangkas jarak dengan para rivalnya dalam perebutan gelar MotoGP 2026.
Kondisi ini memberikan tekanan tambahan kepada para pembalap dari tim Aprilia. Marco Bezzecchi, yang sebelumnya unggul 102 poin dari Marquez setelah GP Italia, kini kehilangan posisi terdepan setelah mengalami periode buruk. Jorge Martin juga mengalami penurunan poin dalam beberapa seri terakhir.
Dengan reputasi dan performanya yang mengesankan, tidak mengherankan jika Marc Marquez terus menjadi perbandingan bagi pembalap lainnya. Namun, bagi sebagian rivalnya, seringnya mendengar nama sang juara dunia tampaknya menjadi gangguan tersendiri.