Kimi Antonelli telah menciptakan sejarah sebagai juara dunia termuda dalam ajang Formula 1 setelah berhasil menyelesaikan balapan di posisi ketiga pada Grand Prix Meksiko. Perlombaan yang berlangsung di Sirkuit Hermanos Rodriguez, Mexico City, pada Minggu (1/11/2026) atau Senin (2/11/2026) dini hari WIB, menjadi momen bersejarah bagi Antonelli. Dengan pencapaian ini, Antonelli mengamankan gelar juara dunia di usia 20 tahun 68 hari, menjadikannya pebalap termuda yang pernah meraih gelar F1.
“Saya berhasil melakukannya, dan saya tidak akan berada di sini tanpa Mercedes dan keluarga saya,” ungkap Antonelli setelah meraih gelar juara dunia. “Saya sangat bersyukur atas momen ini, yang akan selalu bersama saya selamanya, dan saya bahkan tidak bisa berkata-kata karena masih berusaha memahami apa yang baru saja terjadi,” tambah pebalap asal Italia tersebut.
Dominasi dan Rekor Baru
Meskipun Max Verstappen keluar sebagai pemenang dalam balapan F1 GP Meksiko 2026, Antonelli tetap berhasil memastikan pencapaian bersejarah ini. Ia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Sebastian Vettel, yang menjadi juara dunia pada tahun 2010 saat berusia lebih dari tiga tahun lebih tua. Keberhasilan Antonelli juga menandai berakhirnya penantian panjang bagi Italia untuk kembali memiliki juara dunia Formula 1 setelah Alberto Ascari terakhir kali meraih gelar pada tahun 1953.
“Ini merupakan musim yang luar biasa, dan bisa berbagi podium dengan Max (Verstappen) serta Lewis (Hamilton) adalah sesuatu yang luar biasa, sehingga saya menantikan pertarungan-pertarungan berikutnya pada masa depan,” ujar Antonelli.
Insiden di Balapan Meksiko
Balapan di Meksiko berlangsung dalam dua bagian setelah penyelenggara menghentikan perlombaan pada lap ke-46 dari total 71 lap akibat kecelakaan yang melibatkan Valtteri Bottas dari tim Cadillac. Insiden tersebut terjadi saat bagian suspensi depan kiri mobil Bottas mengalami kerusakan, membuat roda mobilnya tertekuk dan meluncur keluar lintasan sebelum menghantam pembatas. Bottas yang berusia 37 tahun membutuhkan waktu untuk keluar dari mobilnya, namun ia akhirnya mampu berdiri dan melambaikan tangan kepada penonton saat meninggalkan lokasi kecelakaan.
Setelah insiden tersebut, seluruh pebalap lainnya kembali ke pit untuk menunggu dimulainya kembali balapan. Antonelli berada di posisi ketiga, di belakang Verstappen dan Charles Leclerc dari Ferrari, saat perlombaan dihentikan. Antonelli sebenarnya hanya perlu finis di sembilan besar untuk memastikan gelar juara dunia, dan posisinya yang ketiga sebelum balapan terhenti memberikan keuntungan besar.
Rekan setim Antonelli di Mercedes, George Russell, kehilangan peluang setelah mengalami start buruk yang membuatnya turun dari posisi kedua ke urutan kelima. Masalah pada tenaga mobilnya semakin menyulitkannya, sementara Lewis Hamilton dari Ferrari yang memulai balapan dari posisi terdepan juga harus memenangi balapan untuk menjaga peluang juara.
Namun, Hamilton terlibat dalam ketegangan dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, pada awal balapan. Leclerc berhasil mengambil alih posisi terdepan meskipun kemudian menerima penalti lima detik, tetapi ia tetap mampu mempertahankan posisi di depan Hamilton sebelum balapan dilanjutkan.
Setelah balapan dilanjutkan, Hamilton berhasil melewati Antonelli dan Leclerc, sementara Antonelli memilih untuk mempertahankan posisi ketiga demi memastikan gelar juara dunia. Balapan kembali diwarnai bendera kuning ketika Arvid Lindblad dari Racing Bulls mengalami kecelakaan sekitar 10 lap sebelum finis setelah terlibat insiden dengan Oscar Piastri dari McLaren.
Di tengah berbagai insiden tersebut, Antonelli berhasil menjaga konsistensi dan menyelesaikan balapan di posisi ketiga, yang cukup untuk memastikan namanya tercatat sebagai juara dunia termuda Formula 1. Ia tidak dapat menahan air matanya ketika menyelesaikan balapan, berada satu podium dengan Verstappen dan Hamilton, dua pebalap yang telah meraih total 11 gelar juara dunia.