Jakarta: Olahraga kini telah berkembang jauh melampaui sekadar kompetisi dan pertandingan. Di balik setiap acara olahraga terdapat berbagai aspek seperti industri, investasi, infrastruktur, teknologi, komunitas, dan diplomasi yang saling terkait. Dalam konteks ini, Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 akan menghadirkan pemimpin dari dalam dan luar negeri untuk mendiskusikan masa depan ekosistem olahraga di Indonesia.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 13 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) dan berfungsi sebagai platform kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, federasi olahraga, komunitas, serta generasi muda. Salah satu agenda utama yang akan dilaksanakan adalah Global Leadership Forum, sebuah forum tingkat tinggi yang akan membahas strategi ekonomi olahraga, diplomasi olahraga, serta kolaborasi global untuk menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Forum
Forum ini akan menghadirkan sejumlah tokoh yang memiliki pengalaman dan pandangan berbeda dalam mengembangkan olahraga sebagai kekuatan sosial dan ekonomi. Di antara mereka adalah Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia; Rosan Roeslani, CEO Danantara; Datuk Seri Windsor John, Sekretaris Jenderal Asian Football Confederation (AFC); dan Menno Geelen, CEO AFC Ajax Amsterdam.
Kehadiran para pemimpin ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang saling melengkapi. Menpora Erick Thohir akan berperan sebagai Keynote Speaker yang membuka rangkaian Global Leadership Forum, yang akan mempertemukan berbagai pemimpin dan pelaku industri olahraga. Sesi ini dijadwalkan berlangsung di Hall Cendrawasih, JICC, Jakarta pada 11 September 2026 pukul 15.00 WIB.
Diskusi Mendalam tentang Olahraga
Di tingkat internasional, Menno Geelen akan memimpin sesi bertajuk “Beyond the Pitch: Building Sustainable Football Ecosystems through Green Stadiums, Economic Growth and Community Value”. Dalam sesi ini, Geelen akan membagikan pengalamannya dari Ajax, salah satu klub sepak bola terkemuka yang memiliki sejarah dan jaringan global yang kuat. Geelen telah menjabat sebagai CEO Ajax sejak 1 Juli 2025, setelah sebelumnya memegang berbagai posisi di klub tersebut, termasuk di bidang komersial. Sesi ini akan berlangsung di Hall Cendrawasih, JICC, Jakarta pada 12 September 2026 pukul 10.00 WIB.
Rosan Perkasa Roeslani juga akan berbagi wawasan dalam sesi “Financing the Future of Sports: Trust Funds, Strategic Capital, and National Development”. Dengan latar belakang yang luas di bidang investasi dan kebijakan publik, CEO Danantara ini akan menambah kedalaman diskusi dengan perspektif mengenai pengelolaan aset dan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan melalui olahraga. Sesi ini akan berlangsung di Hall Cendrawasih, JICC, Jakarta pada 12 September 2026 pukul 13.00 WIB.
Datuk Seri Windsor John akan memimpin sesi “Building a Sustainable Football Ecosystem: From Grassroots to Elite Performance”. Sekretaris Jenderal AFC ini akan membahas perkembangan sepak bola di Asia dan bagaimana olahraga dapat berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan konektivitas antarnegara. Windsor John telah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal AFC sejak 2015 dan memiliki pengalaman yang luas dalam pengembangan serta tata kelola sepak bola di Asia. Sesi ini dijadwalkan berlangsung di Hall Cendrawasih, JICC, Jakarta pada 13 September 2026 pukul 13.00 WIB.
Pertemuan antara keempat tokoh ini diharapkan dapat membuka diskusi yang lebih luas mengenai cara Indonesia dapat membangun industri olahraga yang kompetitif. Olahraga kini tidak hanya dinilai dari prestasi di arena, tetapi juga dari kemampuannya dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, mengembangkan destinasi olahraga, memperkuat industri kreatif, serta membangun jaringan internasional.
Bagi Indonesia, kesempatan ini merupakan momen penting untuk memperkenalkan potensi olahraga nasional ke dunia. Dengan populasi yang besar, basis penggemar olahraga yang kuat, serta potensi dalam pengembangan pariwisata olahraga dan industri olahraga, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan baru dalam ekonomi olahraga di kawasan.
Melalui ISS 2026, berbagai perspektif ini akan dipertemukan dalam satu forum. Diharapkan, diskusi yang terjadi tidak hanya berhenti pada pertukaran ide, tetapi juga dapat berkembang menjadi kolaborasi dan peluang baru untuk kemajuan olahraga di Indonesia. Sebab, masa depan olahraga tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memenangkan pertandingan, tetapi juga oleh siapa yang mampu membangun ekosistem di baliknya.