Kejuaraan MotoGP Qatar berisiko kehilangan hampir setengah dari jumlah peserta setelah Yamaha dan tim satelitnya, Pramac, memutuskan untuk tidak berpartisipasi di Sirkuit Lusail. Situasi ini semakin rumit dengan adanya sejumlah pembalap yang mengalami cedera, sehingga jumlah motor yang akan berlaga berpotensi hanya tersisa 12 atau 13 unit.
Meski Yamaha telah mengumumkan pengunduran diri mereka setelah seri MotoGP di Malaysia, MotoGP Qatar tetap dijadwalkan untuk berlangsung. Keputusan ini berdampak langsung pada Pramac, yang juga tidak akan mengikuti balapan di Lusail. Di tengah kondisi tersebut, Honda menyatakan tetap berkomitmen untuk mengikuti Grand Prix Qatar, sementara Ducati, Aprilia, dan KTM juga dilaporkan masih berniat untuk tampil. Namun, situasi ini belum menjamin bahwa jumlah peserta akan tetap utuh hingga hari balapan.
Masalah Cedera yang Menghantui Pembalap
Masalah lain yang dihadapi adalah sejumlah pembalap yang mengalami cedera. Pada seri Malaysia di Sepang, hanya 20 pembalap yang memulai balapan setelah Jorge Martin dari Aprilia terpaksa mundur akibat cedera patah pergelangan tangan. Raul Fernandez dari Trackhouse juga dinyatakan tidak fit untuk berkompetisi.
Daftar pembalap yang absen di Qatar berpotensi bertambah. Alex Marquez telah mengonfirmasi bahwa ia akan menjalani operasi bahu pada hari Senin, sehingga dipastikan tidak bisa mengikuti seri tersebut. Rekan setimnya di Gresini, Fermin Aldeguer, masih dalam pemulihan akibat cedera tangan yang membuatnya absen dalam dua seri terakhir. Sementara itu, Joan Mir baru kembali berkompetisi setelah melewatkan empat balapan, namun gagal menyelesaikan balapan di Sepang karena mengalami pusing, yang menimbulkan keraguan tentang kesiapan fisiknya untuk tampil di Qatar.
Potensi Penurunan Jumlah Pembalap
Jurnalis Simon Patterson melaporkan melalui akun X miliknya bahwa jumlah peserta di Lusail bisa menyusut menjadi hanya 12 atau 13 motor. Angka ini bahkan bisa lebih sedikit jika ada pabrikan lain yang mengikuti langkah Yamaha. Meskipun demikian, Ducati dan Aprilia memiliki kepentingan besar untuk tetap berlaga. Marc Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia di MotoGP Qatar, sedangkan Aprilia masih berusaha mengejar gelar juara konstruktor dan tim.
KTM dan Honda juga dilaporkan tetap berniat untuk berpartisipasi. Selain kepentingan olahraga, ancaman sanksi tegas dari pihak MotoGP terhadap tim yang menolak untuk berlaga turut menjadi pertimbangan di tengah situasi yang masih belum menentu.