Keputusan mengejutkan datang dari Yamaha yang mengumumkan ketidakhadirannya dalam Grand Prix Qatar yang dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November mendatang. Pengumuman ini disampaikan pada hari Minggu di Sepang, dan menunjukkan bahwa Yamaha tidak akan berpartisipasi dalam balapan di Losail. Langkah ini diambil setelah Yamaha Motor Company mengaktifkan klausul dalam kontrak karyawan yang memberi wewenang untuk membatasi perjalanan ke daerah yang terdampak konflik.
Dalam pernyataannya, Yamaha menjelaskan bahwa setelah melakukan evaluasi terhadap situasi terkini, mereka tidak menemukan alasan yang cukup untuk mengubah kebijakan pembatasan perjalanan yang telah diterapkan di seluruh perusahaan. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada tim pabrikan Yamaha, tetapi juga dapat memengaruhi mitra satelit mereka, Pramac.
Reaksi MotoGP terhadap Keputusan Yamaha
MotoGP memberikan respons terhadap keputusan Yamaha untuk tidak berpartisipasi, dengan menegaskan bahwa semua tim lain telah mengonfirmasi keikutsertaan mereka dalam putaran ke-20 kejuaraan di Doha. Dalam pernyataannya, MotoGP menyatakan bahwa Yamaha kini menghadapi konsekuensi olahraga akibat pelanggaran kontrak dengan kejuaraan, dan sanksi yang akan dikenakan akan ditentukan oleh badan pengatur balap motor, FIM.
MotoGP juga menyampaikan kekecewaannya atas keputusan Yamaha, meskipun mereka memahami bahwa tim tersebut terikat oleh kebijakan korporat yang lebih luas mengenai pembatasan perjalanan ke Timur Tengah. Namun, MotoGP merasa bahwa keputusan tersebut tidak mencerminkan jaminan yang telah diberikan kepada semua pemangku kepentingan kejuaraan.
Implikasi dari Ketidakhadiran Yamaha
Setelah melakukan konsultasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Negara Qatar, Sirkuit Internasional Lusail, dan penasihat keamanan independen, MotoGP menyatakan bahwa tidak ada informasi baru yang mengharuskan adanya perubahan rencana saat ini. MotoGP telah menginformasikan posisi mereka, bersama dengan update terbaru, kepada semua pabrikan dan tim, serta menyambut baik konfirmasi dari seluruh grid yang akan bersaing di Qatar. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas komitmen yang telah ditunjukkan oleh tim-tim tersebut.
Selain dampak kontraktual dari keputusan Yamaha terhadap kesepakatannya dengan MotoGP dan IRTA, ketidakhadiran Yamaha juga membawa implikasi olahraga yang akan dikelola oleh FIM sesuai dengan peraturan Kejuaraan.