Kristian Prenga tiba di Jeddah dengan reputasi sebagai petinju yang dikenal memiliki kekuatan pukulan yang mematikan. Sebelum bertanding melawan Anthony Joshua, Prenga telah mengumpulkan 20 kemenangan, semuanya diraih melalui knockout. Namun, lawan-lawan yang pernah dihadapinya tidak sebanding dengan level Joshua, sehingga mantan juara dunia kelas berat itu tetap dianggap sebagai favorit dalam pertarungan yang merupakan bagian dari persiapannya untuk menghadapi Tyson Fury.
Di luar ekspektasi, Prenga berhasil mengejutkan banyak pihak sejak awal pertarungan. Dalam waktu sekitar 20 detik, ia mampu menjatuhkan Joshua dengan pukulan uppercut kanan. Prenga bahkan kembali membuat Joshua terjatuh di ronde pertama, situasi yang mengingatkan pada kekalahan Joshua dari Daniel Dubois pada tahun 2024, di mana mantan juara dunia tersebut kesulitan menghadapi tekanan dari lawannya.
Reaksi Joshua dan Kemenangan Mendasar
Namun, Joshua tidak membiarkan situasi tersebut terus berlanjut. Petinju berusia 36 tahun itu segera bangkit dan meningkatkan intensitas serangannya. Beberapa menit setelahnya, Joshua membalas dengan serangan keras yang membuat Prenga tidak dapat melanjutkan pertarungan. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Prenga melalui knockout, dan sebelumnya ia juga belum pernah mengalami knockdown dalam karir profesional maupun saat sparring.
Pendapat Prenga Setelah Pertarungan
Dalam wawancaranya dengan jurnalis tinju Tris Dixon, Prenga berbagi pengalamannya setelah merasakan langsung kekuatan pukulan Joshua. "Tentu saja itu karena kekuatannya. Itu pertama kalinya saya jatuh dalam karier, bahkan sepanjang hidup saya. Saya juga tidak pernah terjatuh saat sparring. Ini benar-benar pertama kalinya. Menurut saya, dia memang memiliki pukulan yang sangat kuat," ungkap Prenga.
Meskipun mengalami kekalahan, penampilan Prenga sempat memberikan masalah serius bagi Joshua. Dua knockdown yang terjadi pada ronde pertama menunjukkan bahwa Joshua masih memiliki celah yang bisa dimanfaatkan oleh lawan, terutama ketika pertahanannya tidak berfungsi dengan baik di awal pertarungan. Di sisi lain, kemenangan ini menjaga momentum Joshua menjelang kemungkinan pertarungan besar melawan Tyson Fury, yang telah lama dinantikan dan diperkirakan akan menjadi salah satu laga terbesar dalam sejarah tinju Inggris.
Bagi Kristian Prenga, meskipun kalah, pengalaman ini memberinya kesempatan untuk menghadapi salah satu pemukul paling berbahaya di kelas berat. Penampilannya yang mengejutkan melawan Joshua mungkin akan menarik perhatian lebih besar ketika ia kembali ke ring.