Conor Benn gagal meraih gelar dunia dalam kesempatan pertamanya setelah dikalahkan Ryan Garcia pada ronde kedua di Las Vegas, pada hari Sabtu lalu. Pertarungan yang sebelumnya dinanti-nanti sebagai salah satu duel besar di kelas welter berlangsung singkat, dengan Garcia menjatuhkan Benn melalui pukulan tangan kanan sebelum melanjutkan serangan hingga wasit menghentikan laga. Dengan kemenangan ini, Garcia berhasil mempertahankan gelar WBC kelas welter dalam pertahanan pertamanya, sementara bagi Benn, kekalahan ini menjadi yang pertama dalam kariernya.
Penampilan Benn mendapatkan perhatian dari berbagai mantan petinju dan pengamat tinju. Salah satunya adalah Paulie Malignaggi, mantan juara dunia kelas welter, yang menilai bahwa kemampuan Benn belum memadai untuk bersaing di level atas. Dalam wawancaranya dengan Pro Box TV, Malignaggi memberikan kritik tajam terhadap performa Benn. “Jika menggunakan standar tinju kelas dunia, Conor Benn adalah petinju yang buruk. Sangat buruk,” ungkap Malignaggi.
Peluang yang Terlewat
Malignaggi berpendapat bahwa Benn sebenarnya memiliki kesempatan untuk meraih gelar dunia melalui jalur yang berbeda. Ia menyarankan agar Benn seharusnya menghadapi Mario Barrios ketika petinju tersebut masih memegang sabuk WBC kelas welter. Namun, Benn justru memilih untuk bertarung dua kali melawan Chris Eubank Jr. Menurut Malignaggi, pertarungan melawan Barrios bisa jadi merupakan peluang yang lebih baik bagi Benn untuk mendapatkan gelar dunia. “Saya tidak yakin dia bisa mengalahkan Mario Barrios. Namun, Conor adalah anak yang punya keinginan besar dan sangat bertekad, saya akui itu. Barrios terkadang terlihat ragu, menggunakan pertahanan tinggi dan tidak cukup sering melepaskan pukulan,” jelas Malignaggi.
Lebih lanjut, Malignaggi menyatakan, “Ketika Barrios menjadi juara dunia, sebenarnya ada peluang bagi Benn untuk mengalahkannya melalui tekanan dan aktivitas. Mungkin dia bisa mendapatkan gelar dunia. Itu mungkin menjadi kesempatan terbaik yang pernah dia miliki.”
Perbandingan dengan Standar Dunia
Malignaggi juga membandingkan penampilan Benn melawan Garcia dengan standar pertarungan di level dunia. Ia menilai bahwa perbedaan kemampuan antara kedua petinju sangat mencolok selama pertarungan. “Pertarungan kemarin adalah kesempatan menghadapi juara dunia dari generasinya. Namun, mereka terlihat seperti sedang memainkan dua olahraga yang berbeda. Seolah-olah dia memang tidak seharusnya berada di atas ring tersebut,” tegas Malignaggi.
Kekalahan dari Garcia kini menuntut Conor Benn untuk menentukan langkah karier selanjutnya. Diperkirakan, petinju asal Inggris ini akan kembali naik kelas, dengan kelas menengah atau kelas menengah super sebagai pilihan yang mungkin dipertimbangkan. Selain itu, pertarungan trilogi melawan Eubank Jr juga menjadi opsi, mengingat keduanya masing-masing memiliki satu kemenangan dari dua pertemuan sebelumnya.