Tim nasional basket Kroasia meraih kemenangan keempat mereka di babak kelima kualifikasi Piala Dunia FIBA dengan skor telak 123-50 melawan Siprus. Dalam pertandingan ini, Mario Hezonja, yang merupakan bintang dari Real Madrid Basketball, tampil sebagai salah satu pemain terbaik.
Siprus sebelumnya menunjukkan bahwa mereka belum berada di level yang cukup kompetitif di EuroBasket, dan hal ini kembali terlihat saat mereka menghadapi Kroasia yang memiliki skuad yang kuat. Kroasia mengendalikan jalannya pertandingan dengan baik, tidak memberikan kesempatan bagi Siprus untuk mendekat.
Performa Gemilang Pemain Kroasia
Ivica Zubac menjadi salah satu bintang di lapangan dengan mencetak 24 poin, 11 rebound, dan 1 assist, dengan akurasi tembakan yang sangat baik, yakni 10 dari 13 dari lapangan dan 4 dari 5 dari garis lemparan bebas. Sementara itu, Dario Saric juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan 21 poin, 10 rebound, dan 5 assist, serta berhasil menyelesaikan semua tembakannya dari lapangan, termasuk 3 dari 3 tembakan tiga poin dan 4 dari 5 tembakan bebas.
Mario Hezonja menunjukkan permainan yang sangat serba bisa, mencatatkan triple-double dengan 11 poin, 10 rebound, dan 13 assist. Ini menjadi triple-double pertama yang tercatat dalam sejarah Kualifikasi Piala Dunia FIBA Zona Eropa.
Kroasia di Puncak Grup D
Kroasia sepenuhnya mengontrol permainan, membangun keunggulan yang besar dan tidak memberikan peluang bagi Siprus untuk mengejar. Selain Zubac dan Saric, Davido Skara menambah 18 poin, Luka Bozic mencetak 14 poin, dan Roko Badzim menyumbang 11 poin dengan 4 dari 6 tembakan yang berhasil. Kemenangan ini memastikan Kroasia tetap melaju di Kualifikasi Piala Dunia FIBA, dengan trio bintang mereka menunjukkan performa yang dominan dalam salah satu pertandingan terbaik di babak ini.
Dengan rekor 4-1, Kroasia kini berada di puncak Grup D Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa. Zubac dan rekan-rekannya berpeluang mengamankan posisi pertama grup dengan kemenangan di pertandingan berikutnya yang akan dilangsungkan di kandang melawan Israel pada 6 Juli.