Masa depan Maverick Vinales di KTM Tech3 kembali menjadi perhatian publik. Tim asal Austria tersebut dilaporkan sedang melakukan perhitungan biaya yang diperlukan untuk memutus kontrak Vinales sebelum waktunya berakhir.
Informasi mengenai situasi ini disampaikan oleh jurnalis Spanyol, Diego Lacave. Ia mengungkapkan bahwa KTM mulai mempertimbangkan opsi untuk mengakhiri kontrak pembalap asal Spanyol itu lebih awal, yang menunjukkan ketidakpastian semakin meningkat.
Kerumitan Hubungan dengan Tim
Hubungan Vinales dengan manajemen Tech3 telah mengalami ketegangan, terutama menjelang jeda musim panas MotoGP 2026. Masalah ini muncul setelah Vinales mengklaim bahwa KTM tidak memenuhi janjinya untuk memberinya kesempatan membela tim pabrikan pada musim 2027. Dengan posisi kursi di KTM yang sangat kompetitif untuk musim depan, masa depan Vinales semakin suram.
Walaupun demikian, Vinales menegaskan melalui media sosial bahwa ia berkomitmen untuk menyelesaikan musim 2026 bersama Tech3. Namun, situasi semakin rumit ketika ia mengalami cedera bahu yang kembali mengganggu performanya.
Masalah Cedera dan Spekulasi Masa Depan
Pembalap berusia 31 tahun itu mengalami robekan baru pada ligamen bahunya, yang memaksanya untuk absen dari MotoGP Inggris di Silverstone. Posisi Vinales kemudian diisi oleh Pol Espargaro. Menariknya, pernyataan Espargaro setelah balapan justru menimbulkan spekulasi mengenai kemungkinan masa depan Vinales.
Espargaro menyatakan, "Saya berharap bisa jauh lebih kuat jika mendapat kesempatan balapan di Aragon pekan depan. Kepercayaan diri saya terus meningkat dan tubuh serta pikiran saya mulai memproses apa yang terjadi akhir pekan ini." Namun, ia juga menambahkan, "Tetapi jika saya tidak mendapat kesempatan balapan, itu juga merupakan pertanda positif karena berarti Maverick sudah kembali."
Di sisi lain, Lacave menilai bahwa situasi antara Vinales dan KTM sudah sulit untuk dipertahankan. Dengan hubungan yang semakin memburuk dan ketidakpastian mengenai masa depan Vinales, KTM lebih condong untuk mencari solusi.
Jika kontraknya benar-benar diputus, Vinales harus mencari opsi baru untuk melanjutkan kariernya di MotoGP. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi mantan pembalap Yamaha dan Aprilia tersebut, terutama setelah sebelumnya ia berharap untuk mendapatkan kursi di tim pabrikan KTM pada tahun 2027.