Beijing - Kylian Mbappe terpaksa menghadapi konsekuensi setelah membuat lelucon mengenai Mao Zedong. Striker asal Prancis ini kehilangan kontrak dengan dua merek dari China, Dongpeng dan Mengniu, karena dianggap merendahkan sosok Mao Zedong.
Menurut laporan dari Guardian, pemutusan kontrak ini terjadi setelah Mbappe terlihat menjadikan Mao Zedong sebagai bahan candaan dalam sebuah sesi tanya jawab singkat. Saat ditanya tentang meme favoritnya, Mbappe mengungkapkan, "Yang itu, yang wajah saya ditempel ke wajah seorang diktator Tiongkok (Mao Zedong)? Itu benar-benar bikin saya tertawa. Saya sering pakai gambar itu sama teman-teman," sambil tertawa.
Reaksi dari Brand China
Mao Zedong merupakan pendiri Republik Rakyat Tiongkok yang dikenal dengan ideologi komunisnya sejak tahun 1949. Di Tiongkok, mengolok-olok Mao dianggap sebagai tindakan yang sangat merendahkan, sehingga banyak orang enggan melakukannya. Menanggapi pernyataan Mbappe, Dongpeng, sebuah merek minuman energi, menyatakan, "Perusahaan kami dengan tegas menentang dan memiliki kebijakan toleransi nol terhadap perilaku apa pun yang menyinggung sentimen nasional."
Senada dengan Dongpeng, Mengniu juga mengeluarkan pernyataan tegas yang mengecam tindakan Mbappe. Merek susu ini menganggap pernyataan Mbappe telah melukai perasaan rakyat Tiongkok dan menegaskan, "Dengan segera perusahaan kami mengakhiri semua kerja sama dengan Kylian Mbappe. Mengniu dengan tegas menentang dan memiliki kebijakan toleransi nol terhadap kata-kata atau tindakan apa pun yang melukai perasaan rakyat China."
Dampak pada Karir Mbappe
Sebelumnya, Mbappe menjadi wajah dari kedua merek tersebut selama musim panas lalu, dengan harapan dapat menarik perhatian pasar anak muda. Namun, kini langkahnya terhambat akibat candaan yang dianggap tidak pantas tersebut.
Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya isu-isu yang berkaitan dengan tokoh-tokoh bersejarah di Tiongkok, serta dampak yang bisa ditimbulkan oleh sebuah lelucon yang tidak tepat.