Datuk Seri Lee Chong Wei telah mengingatkan Leong Jun Hao, pemain tunggal putra, bahwa waktu untuk memperbaiki kariernya semakin menipis. Peringatan ini disampaikan meskipun terdapat laporan positif mengenai sikap Leong dalam latihan. Ketua komite kinerja Asosiasi Atletik Malaysia menekankan bahwa Leong, yang kini berusia 27 tahun, perlu menyadari pentingnya situasi ini, mengingat Olimpiade Los Angeles 2028 bisa menjadi kesempatan terakhirnya untuk berpartisipasi di ajang tersebut.
Pemain Malaysia yang saat ini menduduki peringkat 27 dunia ini belum berhasil mencapai perempat final dalam 12 penampilan pertamanya di World Tour musim ini. Kekalahan terbaru yang dialaminya adalah saat bertanding di babak pertama turnamen China Masters, di mana ia kalah dengan skor 21-17, 21-19 dari Jonatan Christie, petenis nomor 1 dunia asal Indonesia.
Keyakinan Pelatih dan Perubahan Positif
Meski demikian, Kenneth Jonassen, direktur pelatihan tunggal nasional, baru-baru ini mengungkapkan keyakinannya terhadap Leong Jun Hao. Ia menyatakan bahwa meskipun hasil belum terlihat, ada perubahan positif yang dapat diamati. "Sikapnya perlu diubah, tapi saya rasa sekarang sudah lebih baik. Saya sudah melihatnya berlatih dan para pelatih mengatakan bahwa dia semakin hari semakin membaik," ungkap Chong Wei.
Chong Wei juga menekankan bahwa Leong harus menyadari bahwa usianya kini hampir 28 tahun dan waktu untuk berprestasi semakin sedikit. "Mungkin 2028 akan menjadi Olimpiade terakhirnya. Dia mungkin akan mengikuti Olimpiade lagi, tetapi itu akan bergantung pada kondisinya," tambahnya.
Pentingnya Disiplin dalam Olahraga
Lee Chong Wei menegaskan bahwa disiplin adalah kunci utama bagi setiap atlet yang ingin mencapai kesuksesan di level tertinggi. "Disiplin adalah yang utama. Jika seorang pemain memiliki masalah disiplin, betapapun berbakatnya dia, saya rasa dia tidak akan bisa mencapai level dunia," jelasnya. Ia juga menekankan bahwa tidak mungkin seorang pemain berlatih selama dua hari dan kemudian beristirahat selama tiga hari, karena cara seperti itu tidak akan membawa kesuksesan.
Lebih lanjut, Chong Wei berharap agar para pemain bulu tangkis Malaysia dapat menunjukkan semangat yang lebih besar di lapangan. Ia merujuk pada kemunculan Prancis sebagai kekuatan baru dalam dunia bulu tangkis. "Saya ingin para pemain kami seperti para pemain Prancis. Anda bisa melihat keinginan mereka saat memasuki lapangan. Mereka lapar akan kemenangan dan selalu ingin menang," tuturnya. "Para pemain kami memiliki keinginan itu, tetapi masih kurang. Kita harus belajar dari negara-negara yang mengalami kemajuan dan melihat apa yang dapat kita lakukan secara berbeda."