Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) telah mengumumkan pengiriman skuad putri muda yang terdiri dari lima pemain di bawah usia 22 tahun untuk berpartisipasi dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pelatih ganda putri nasional, Rosman Razak, menyatakan bahwa ini merupakan investasi terbesar untuk masa depan badminton Malaysia.
Rosman memberikan pujian kepada BAM dan ketua komite kinerjanya, Datuk Seri Lee Chong Wei, atas keputusan untuk menyetujui skuad tersebut, meskipun tim menghadapi tantangan berat dalam upaya meraih medali pada ajang beregu yang akan berlangsung dari 20 hingga 24 September. Skuad ini dipimpin oleh Pearly Tan, yang saat ini menduduki peringkat 5 dunia, berusia 26 tahun, dan M. Thinaah yang berusia 28 tahun. Selain itu, Malaysia juga menurunkan K Letshanaa yang berusia 23 tahun dan menduduki peringkat 28 dunia, serta Wong Ling Ching, pemain berusia 22 tahun dengan peringkat 37 dunia.
Pemain Muda Menjadi Andalan
Melengkapi susunan pemain tunggal putri adalah Oo Shan Zi dan Eng Ler Qi, masing-masing berusia 19 tahun. Di antara mereka, Low Zi Yu menjadi pemain termuda di tim dengan usia 16 tahun, sementara pasangannya, Noraqilah Maisarah Ramdan, berusia 19 tahun. Rosman menyampaikan, "Kita harus berterima kasih kepada BAM karena saya pikir kita mungkin tidak akan mengirim tim putri. Tetapi asosiasi tersebut percaya bahwa tim putri tidak boleh ketinggalan."
Rosman menambahkan, "Kami bukan tim yang kuat, tetapi jika Anda melihat skuad kami, banyak pemain yang berusia di bawah 22 tahun. Zi Yu adalah pemain junior, jadi ini adalah tim yang sangat muda. Ini adalah kesempatan bagus bagi mereka untuk berkompetisi di level setinggi ini. Saya rasa manajemen, termasuk Chong Wei, telah mengambil keputusan yang tepat."
Peluang dan Tantangan di Asian Games
Rosman juga menekankan bahwa fakta BAM bersedia berinvestasi dan percaya pada tim wanita merupakan hal yang sangat berarti. "Asian Games diadakan setiap empat tahun sekali. Ini hampir seperti Olimpiade. Jadi, bagi para pemain muda ini, mereka harus memanfaatkan kesempatan ini karena kesempatan berikutnya baru akan datang empat tahun kemudian," ujarnya.
Malaysia terakhir kali berkompetisi di nomor beregu putri pada Pesta Olahraga Incheon 2014, di mana mereka kalah 3-0 dari China di perempat final. Dalam ajang beregu ini, tim akan menggunakan sistem gugur, dan Malaysia berpotensi bertemu dengan salah satu dari empat tim teratas — China, Jepang, Korea Selatan, atau Indonesia — jika berhasil lolos dari babak 16 besar. Tim ini juga menyertakan pemain ganda campuran berusia 23 tahun, Cheng Su Yin. Shevon Lai, yang merupakan pemain tertua di tim dengan usia 33 tahun, akan berperan sebagai pemain cadangan ganda di belakang pasangan Zi Yu-Noraqilah yang menduduki peringkat 48 dunia.