Jakarta, CNN Indonesia -- Lee Chong Wei, legenda bulu tangkis asal Malaysia, mengungkapkan bahwa tantangan dalam regenerasi pemain tunggal tidak hanya dialami oleh Malaysia, tetapi juga oleh berbagai negara lainnya. Dia menilai bahwa pelatih Kenneth Jonassen perlu diberikan waktu lebih untuk mengembangkan pemain tunggal Malaysia.
Malaysia saat ini menghadapi kesulitan dalam menemukan pemain tunggal yang mampu bersaing secara konsisten di tingkat atas. Lee Zii Jia, yang sebelumnya dianggap sebagai harapan, mengalami penurunan peringkat yang signifikan akibat cedera. Dalam ajang Thomas Cup terbaru, Lee Zii Jia hanya mampu menempati posisi tunggal ketiga, sementara Leong Jun Hao dan Justin Hoh, yang menjabat sebagai tunggal pertama dan kedua, juga tidak menunjukkan performa yang memuaskan, sering kali kehilangan poin di kompetisi tersebut.
Lee Chong Wei menekankan bahwa masalah regenerasi pemain tunggal bukan hanya merupakan isu Malaysia, melainkan juga melanda negara-negara lain. Dia menyebutkan bahwa Korea Selatan lebih unggul di sektor ganda, sementara China masih mencari pengganti Lin Dan yang konsisten. Jepang, setelah Kento Momota, juga mengalami ketidakstabilan, dan Indonesia pun menghadapi tantangan serupa. "Ini adalah isu global," ujarnya.
Oleh karena itu, Lee Chong Wei meminta agar Kenneth Jonassen, yang baru bergabung selama sekitar setahun, diberikan lebih banyak waktu untuk membangun tim tunggal Malaysia. "Sebelum dia datang, kita juga tidak memiliki pemain tunggal di posisi 10 besar. Dia bukan Tuhan yang bisa datang dan langsung menghasilkan juara dunia," tambahnya.
Dengan tantangan yang dihadapi, perkembangan lebih lanjut dalam regenerasi pemain tunggal Malaysia akan terus dipantau, terutama dalam upaya untuk meningkatkan performa di kompetisi internasional mendatang.