Bintang muda ganda putri, Noraqilah Maisarah Ramdan, tetap bersikap rendah hati meskipun berhasil menampilkan permainan yang mengesankan di Piala Uber 2026 yang berlangsung di Horsens, Denmark, pekan lalu. Pemain berusia 19 tahun ini menekankan bahwa hasil pertandingan jauh lebih penting dibandingkan dengan teknik permainan yang menarik perhatian.
Pukulan 'reverse smash' yang dilakukan Noraqilah bersama pasangan mudanya, Low Zi Yu yang berusia 15 tahun, menjadi sorotan saat mereka mampu mengalahkan pasangan Jepang peringkat 7 dunia, Rin Iwanaga dan Kie Nakanishi, dengan skor 21-17, 12-21, 21-19. Meskipun demikian, Noraqilah menyatakan bahwa teknik tersebut bukanlah fokus utama dalam permainannya saat ini. "Saya menggunakan gaya itu ketika saya berusia sekitar 14 tahun, tetapi ketika saya naik ke level senior, saya meninggalkannya," ungkapnya. Ia menegaskan bahwa saat ini, konsentrasinya adalah meraih kemenangan.
Noraqilah, yang berasal dari Melaka, menyadari bahwa ia dan Zi Yu masih memiliki banyak hal yang perlu diperbaiki sebelum dapat menyamai prestasi pasangan peringkat 2 dunia, Pearly Tan dan M. Thinaah. "Jika kita membandingkan diri kita dengan Pearly-Thinaah, kita masih jauh tertinggal. Dari segi pengalaman dan gaya bermain, mereka jauh lebih matang," ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun ada perbandingan yang dibuat, ia tidak merasa terbebani oleh tekanan, bahkan ketika disandingkan dengan pemain kreatif seperti Lee Zii Jia.
Noraqilah juga menegaskan bahwa fokusnya adalah pada peningkatan bertahap, bukan terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan. "Kami mengikuti program pelatihan yang telah ditetapkan oleh para pelatih dan berharap dapat mencapai level tersebut selangkah demi selangkah," jelasnya. Bersama Zi Yu, mereka telah menetapkan target realistis untuk masuk ke dalam peringkat 100 dunia pada musim ini. "Target kami adalah mencoba masuk ke dalam 100 besar tahun ini. Itu fokus utama kami saat ini," tutupnya.